Seseorang memegang plakat yang mewakili bendera AS, dengan gambar Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di papan reklame pada hari upacara peringatan 40 hari wafatnya Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, Kamis (9/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS Iran disebut tidak memiliki rencana untuk menghadiri negosiasi dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, mengaku telah mengirimkan utusannya untuk negosiasi lanjutan dengan Iran di Pakistan pada Senin (20/4).Dilansir AFP, Minggu (19/4), stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber-sumber Iran yang mengatakan, "saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran selanjutnya dari pembicaraan Iran-AS".Kantor berita Fars dan Tasnim sebelumnya juga mengutip sumber anonim yang mengatakan "suasana secara keseluruhan tidak dapat dinilai sangat positif". Mereka menambahkan, pencabutan blokade AS adalah prasyarat untuk negosiasi.Sementara itu, IRNA yang dikelola pemerintah Iran menyoroti blokade dan "tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak realistis" dari AS. Mereka mengatakan, "dalam keadaan seperti ini, tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang membuahkan hasil".Seorang petugas polisi berjaga pos pemeriksaan di sepanjang jalan dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah bagi AS dan Iran untuk fase kedua pembicaraan perdamaian di Islamabad, Pakistan, Minggu (19/4/2026). Foto: Akhtar Soomro/REUTERSDiketahui, perjanjian gencatan senjata Iran dengan AS-Israel akan berakhir dalam 3 hari lagi.Sejauh ini, sudah ada satu kali negosiasi yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad pada 11 April lalu. Negosiasi itu berakhir tanpa kesimpulan, meskipun persiapan untuk pembicaraan baru terus berlanjut setelahnya."Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya," kata Trump dalam sebuah unggahan pada hari Minggu. Ia kembali menyampaikan ancaman akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur Iran jika kesepakatan tidak tercapai.