Pramono Umrahkan Mukhlisin, Petugas PPSU yang Kerja Nyata Tak Rekayasa Laporan

Wait 5 sec.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 11 pejabat Pemprov di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (15/4/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI JakartaGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberangkatkan umrah Mukhlisin (41)—petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Penjaringan, Jakarta Utara—yang memilih menunjukkan kerja nyata, bukan sekadar visual “before-after” rekayasa AI di layar.Hadiah itu diberikan Pramono saat mengumpulkan petugas PPSU se-Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (16/4).“Sudah pernah umrah belum?” tanya Pram saat memberi arahan di hadapan ribuan petugas PPSU.“Belum, Pak,” jawab Mukhlisin sambil tertunduk.“Pak Mukhlisin bisa berangkat umrah,” lanjut Pram, disambut haru petugas PPSU lainnya.Aktivitas Mukhlisin (41) sebagai PPSU Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Dok. IstimewaPramono mengatakan, Mukhlisin adalah salah satu contoh petugas PPSU yang bekerja responsif terhadap aduan masyarakat.“Inisiatif yang dilakukan direspons dengan cepat. Inilah yang kemudian mendapatkan apresiasi publik yang luar biasa,” ujarnya.“Saya betul-betul ingin menyampaikan apresiasi. Terima kasih, matur nuwun,” imbuh Pram.Mukhlisin (41), PPSU Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Nauval Pratama/kumparankumparan pernah berkesempatan berbincang dengan Mukhlisin. Ia bercerita bagaimana unggahan sederhana di media sosial justru membawanya ke Balai Kota.“Awalnya dari postingan saya di media sosial. Ada yang lihat, terus saya mendapat undangan lewat DM, dipanggil ke Balai Kota,” ujar Mukhlisin kepada kumparan, Minggu (12/4).Ia mengaku mendapat apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meski tak banyak berkomentar soal bentuk penghargaan tersebut.Bagi Mukhlisin, media sosial bukan kewajiban, melainkan cara membantah stigma. Ia ingin membuktikan bahwa PPSU tidak sekadar “foto lalu pergi”, seperti yang kerap dituduhkan sebagian warga.“Sebenarnya bukan tugas saya untuk posting di media sosial. Tapi saya ingin membuktikan kepada masyarakat kalau PPSU itu benar-benar bekerja,” katanya.Langkah itu terasa kontras dengan kasus yang belakangan mencuat. Sebelumnya, publik dihebohkan dengan temuan laporan kerja fiktif berbasis AI di wilayah Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.