Memasuki tahun 2026, ketegangan di Selat Hormuz bukan sekadar konflik regional, melainkan manifestasi nyata dari dialektika peperangan modern. Mengacu pada tesis Carl von Clausewitz, perang ini tetaplah kelanjutan politik dengan sarana lain, di mana fog of war memaksa Iran menggunakan asimetri untuk mengimbangi supremasi teknologi lawan.