Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menghadiri kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanDunia usaha menghadapi tekanan baru akibat perang AS-Israel dengan Iran yang mulai mengganggu pasokan bahan baku impor. Kondisi ini membuat pelaku industri khawatir terhadap keberlanjutan produksi dalam waktu dekat.Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik mulai terasa di dalam negeri. Ketergantungan pada bahan baku impor membuat sejumlah sektor industri berada dalam posisi rentan.Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengungkapkan keterbatasan pasokan bahan baku berpotensi menghentikan proses produksi. Bahkan, pelaku usaha masih belum bisa memastikan keberlanjutan produksi dalam satu hingga dua bulan ke depan."Di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga zaman perang Iran, supply chain juga mulai terbatas, ya. Kita nggak tahu nih, April atau Mei kita masih bisa produksi atau enggak. Ini situasi yang kita hadapi saat ini," kata Bob dalam Rapat Komisi IX DPR RI, Selasa (14/6).Menurut Bob, salah satu contoh yang kini terjadi di lapangan adalah kelangkaan bahan baku plastik. Kondisi ini membuat harga melonjak dan berisiko menghentikan produksi di sejumlah industri.Ilustrasi kantong plastik. Foto: Natali Ximich/ShutterstockIa menjelaskan plastik merupakan komponen penting, terutama bagi industri makanan dan minuman sebagai bahan kemasan. Kelangkaan ini pun sudah mulai dirasakan oleh banyak pelaku usaha."Sebagai contoh, bahan baku plastik sudah enggak ada, sudah langka. Padahal yang namanya makanan, minuman itu pakai plastik," ungkapnya.Di tengah situasi tersebut, pengusaha berharap dampak terhadap tenaga kerja dapat ditekan. Apindo juga meminta pemerintah memberikan kemudahan dari sisi regulasi, khususnya dalam perizinan impor guna menjaga stabilitas harga dan keberlangsungan usaha di tengah tekanan ekonomi serta melemahnya daya beli."Role-nya pengusaha itu harus bisa meng-absorb kenaikan dengan meningkatkan produktivitas. Role-nya pemerintah melakukan debirokratisasi, ya, izin-izin dipermudah. Role-nya pekerja, pekerja sama dengan pengusaha untuk mengantisipasi hal seperti ini," ungkap Bob.