IKN Latih Guru Robotika: Siapkan Talenta Digital Masa Depan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat pengembangan talenta digital di kawasan Ibu Kota Nusantara melalui pelatihan bagi guru atau Training of Trainers (ToT) dalam program percontohan ekstrakurikuler robotika.Program ini menjadi bagian dari strategi besar dalam membangun ekosistem talenta digital sejak dini melalui pembelajaran robotika di sekolah. Selain meningkatkan kapasitas guru, program ini juga diarahkan untuk membentuk kegiatan ekstrakurikuler robotika yang aktif serta mendorong siswa berpartisipasi dalam berbagai kompetisi.Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia masa depan.“Pengembangan robotika merupakan bagian penting dalam membangun talenta yang memiliki future skills. Tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif,” ujarnya saat membuka kegiatan ToT di Kantor Kementerian Koordinator 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, pada Selasa (21/04/2026).Menurutnya, robotika juga menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal pendekatan STEAM (sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika) secara lebih menarik dan aplikatif, sekaligus membantu menentukan arah karier di masa depan.Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru baik dari sisi pemahaman maupun praktik. lihat foto Otorita KN memberikan pelatihan bagi guru atau ToT dalam program percontohan ekstrakurikuler robotika. Foto: HO/Humas Otorita IKN“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kapasitas guru dalam memahami robotika, sekaligus meningkatkan keterampilan perakitan dan pemrograman robot. Harapannya, sekolah dapat membentuk ekstrakurikuler robotika dan menyiapkan siswa mengikuti kompetisi secara berkelanjutan,” jelasnya.Program ini diawali dengan pelatihan daring pada 9–11 Maret 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan luring pada 21–22 April 2026. Selanjutnya, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama empat bulan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Samarinda.Sebanyak 20 sekolah turut ambil bagian dalam program ini, terdiri dari 13 SMP dan 7 SMA/MA di wilayah IKN. Seluruh sekolah telah berkomitmen mengembangkan ekstrakurikuler robotika secara berkelanjutan, termasuk membentuk kegiatan resmi serta menunjuk guru pembina.Sebagai bentuk dukungan konkret, setiap sekolah juga menerima perangkat robotika berupa toolkit, trainer kit, serta dua unit robot, yakni wall follower dan transporter, yang digunakan sebagai sarana praktik.Antusiasme peserta terlihat dari pengalaman para guru yang mengikuti pelatihan. Salah satu guru dari SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara, Ayu Desi Wilujeng, mengaku mendapatkan pengalaman baru di bidang robotika.“Awalnya kami belum mengetahui robotika sama sekali. Melalui pelatihan daring dan luring ini, kami jadi lebih memahami, apalagi dengan praktik langsung yang sangat membantu,” ujarnya.Ia menambahkan, sekolahnya berencana membentuk ekstrakurikuler robotika dengan sekitar 20 siswa yang akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan sebagai wadah pembinaan sekaligus persiapan menuju kompetisi.Hal senada disampaikan guru dari SMA Negeri 2 Samboja, Dwi Setyo Prabowo, yang menyebut pelatihan ini sebagai pengalaman pertama bagi sekolahnya. lihat foto Otorita KN memberikan pelatihan bagi guru atau ToT dalam program percontohan ekstrakurikuler robotika. Foto: HO/Humas Otorita IKN“Untuk sekolah kami, ini merupakan pengalaman pertama dalam pelatihan robotika. Saya pribadi merasa sangat tertantang dan tertarik karena ini hal baru, sementara perkembangan teknologi saat ini sangat cepat,” tuturnya.Ia berharap program ini mampu membuka wawasan siswa terhadap teknologi robotika sejak dini serta mempersiapkan mereka menghadapi perkembangan teknologi ke depan.Melalui program ini, Otorita IKN berharap sekolah-sekolah peserta dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi oleh sekolah lain, sehingga ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif, kreatif, dan adaptif dapat tumbuh secara luas di kawasan Ibu Kota Nusantara. (*/Humas Otorita IKN)