Libur Nataru, Wisata Religi Lamongan Diserbu 70 Ribu Pengunjung

Wait 5 sec.

Rombongan wisatawan berziarah di kawasan wisata religi Makam Maulana Ishaq, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (1/1/2025). Foto: ANTARA/Alimun KhakimPemerintah Kabupaten Lamongan mencatat jumlah kunjungan wisata religi di Makam Maulana Ishaq dan Makam Sunan Drajat, mencapai lebih dari 70 ribu wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, mengatakan tingginya kunjungan tersebut menegaskan wisata religi masih menjadi magnet utama wisatawan saat libur panjang.“Dari akumulasi data kunjungan kami, destinasi wisata di wilayah pantura mendominasi pada momen libur Nataru. Wilayah ini memiliki ragam wisata, mulai wisata religi, alam, edukasi, hingga wisata buatan,” kata Siti, seperti dikutip dari Antara. Ia menjelaskan, wisata religi Makam Maulana Ishaq di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, mencatat kunjungan tertinggi dengan 36.844 wisatawan. Sementara wisata religi Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran dikunjungi sebanyak 33.646 wisatawan.Selain wisata religi, sejumlah destinasi wisata lain di wilayah pantura juga mengalami peningkatan kunjungan, antara lain Goa Maharani Zoo dengan 9.457 wisatawan, Pantai Klayar sebanyak 6.851 kunjungan, serta wisata Desa Pantai Kutang di Kecamatan Brondong sebanyak 459 wisatawan.Secara keseluruhan, berdasarkan data dinas setempat, total kunjungan wisatawan hingga akhir Desember 2025 tercatat sebanyak 89.950 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87.257 kunjungan terjadi di destinasi wisata wilayah pantura.Siti menambahkan, tingginya kunjungan wisatawan tersebut turut didukung kemudahan akses transportasi menuju kawasan pantura, termasuk beroperasinya layanan Bus Trans Jatim Koridor IV Paciran-Bunder Gresik serta Koridor VII Terminal Lamongan-Terminal Paciran.Meski demikian, ia menegaskan destinasi wisata di wilayah lain di Kabupaten Lamongan tetap memiliki daya tarik tersendiri dan terus dikembangkan sebagai alternatif tujuan wisata berbasis sejarah, edukasi, dan wisata keluarga.