“You know, the speed at which cherry blossom petals fall 5 centimeters per second”Grameds, kamu yang ngikutin karya-karya Makoto Shinkai pasti udah gak asing sama film animasi garapannya yang berjudul Byōsoku 5 Centimeter atau yang dikenal luas dengan nama 5 Centimeter per Second! 🌸🚞Yup, film animasi legendaris yang rilis pada tahun 2007 itu dipastikan kembali tayang di bioskop Indonesia pada bulan Januari ini, lho.Tentu, ini adalah kabar baik buat kamu yang mau sekilas bernostalgia atau sekadar merasakan kualitas dari filmnya dengan sensasi yang lebih menggetarkan hati.Nah, sebelum filmnya tayang, mari kita ulas sedikit soal filmnya! 🎬Tiga Bagian, Satu Rasa Kehilangan5 Centimeters Per Second tersusun dari tiga bagian pendek berjudul Cherry Blossom Story, Cosmonaut, dan 5 Centimeters per Second. Ketiganya dirangkai menjadi satu kisah utuh tentang jarak, waktu, dan perasaan yang perlahan berubah seiring hidup berjalan.Cerita berpusat pada Takaki Tono dan Akari Shinohara, dua sahabat dekat di masa kecil yang harus terpisah karena perpindahan keluarga. Seiring waktu, jarak geografis dan perubahan hidup menghadirkan jeda-jeda emosional yang tak mudah dijembatani.Pada bagian Cherry Blossom Story, Akari menyampaikan pada Takaki bahwa kelopak bunga sakura jatuh dengan kecepatan sekitar 5 sentimeter per detik. Sebuah kalimat sederhana yang kemudian menjadi metafora utama film ini, tentang hal-hal indah yang perlahan menjauh tanpa bisa ditahan.Masuk ke Cosmonaut, hadir Kanae, sosok yang menemani Takaki setelah Akari pergi. Ia pernah mengatakan bahwa kecepatan pesawat luar angkasa bisa mencapai ribuan kilometer per jam, namun tetap membutuhkan waktu lama untuk sampai ke tujuan. Sebuah perbandingan yang halus, tapi menyimpan rasa getir.Salah satu bagian paling membekas adalah perjalanan Takaki dengan kereta dari Tokyo untuk bertemu kembali dengan Akari setelah setahun berpisah. Di tengah salju dan keterlambatan kereta, kenangan masa lalu kembali menyeruak, membuat Takaki bertanya-tanya: apakah perasaan itu masih bisa sampai, atau justru tertinggal di masa lalu?Cuplikan perasaan itu bisa kamu intip lewat trailernya di sini:Sekali Lagi, Satu Kesempatan LagiTak lengkap rasanya kalau membicarakan 5 Centimeters Per Second tanpa menyebut lagu One More Time, One More Chance karya Masayoshi Yamazaki. Lagu ini hadir seperti penguat emosi, menyatu dengan visual dan keheningan yang ditawarkan filmnya.Alunan piano, petikan gitar, dan vokal Yamazaki yang lirih mengiringi salah satu adegan paling ikonik dalam film. Meski tampil dengan sederhana; hadirnya itu mampu menghantam kedalaman emosionalitas para penontonnya pelan-pelan.いつでも捜しているよどっかに君の姿を交差点でも 夢の中でもこんなとこにいるはずもないのにItsudemo sagashite iru yoDokka ni kimi no sugata woKousaten demo yume no naka demoKonna toko niIru hazu mo nai noniSelalu saja kucari,di mana gerangan sosokmu beradaDi persimpangan jalan, bahkan dalam mimpikuMeski aku tahu,kau tak mungkin ada di sanaJejak Prestasi yang Menguatkan NamanyaSecara pencapaian, 5 Centimeters Per Second juga mencatatkan prestasi penting. Film ini meraih penghargaan Best Animated Feature Film di ajang Asia Pacific Screen Awards. Penghargaan tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu karya animasi Jepang yang kuat secara artistik dan emosional.Hingga hari ini, film ini masih sering dibicarakan, direkomendasikan, dan dikenang sebagai kisah yang menghadirkan sensasi perasaan yang dekat dengan banyak orang. Baca juga: Menyelami Cerita yang Tak Terucap: Ada Apa di Musim yang Tak Sempat Kita Miliki?Lebih Dekat dengan Makoto Shinkai!Film ini disutradarai, ditulis, sekaligus diproduseri oleh Makoto Shinkai, dan diproduksi oleh CoMix Wave Inc. Shinkai lahir di Prefektur Nagano, Jepang, pada 9 Februari 1973. Sebelum dikenal sebagai sineas animasi ternama, ia sempat bekerja sebagai desainer grafis dan ilustrator di sebuah perusahaan game. Pengalaman inilah yang membentuk gaya visualnya yang detail, lembut, dan penuh atmosfer.Perjalanan karier Shinkai mulai mendapat perhatian luas lewat film pendek Voices of a Distant Star (2002), yang sebagian besar ia kerjakan seorang diri. Sejak saat itu, namanya dikenal sebagai sutradara yang konsisten mengangkat tema jarak, perpisahan, waktu, dan relasi antar manusia. Gambaran isu-isu sederhana, namun dekat dengan pengalaman banyak orang.Melalui karya-karya berikutnya seperti 5 Centimeters Per Second (2007), Your Name (2016), Weathering With You (2019), hingga Suzume (2022), Makoto Shinkai kerap dijuluki sebagai “penyair visual” dalam dunia animasi Jepang. Film-filmnya tak selalu menawarkan jawaban, tetapi mengajak penonton untuk sekilas hening, meresapi apa yang hilang, dan menerima bahwa tidak semua perasaan harus berakhir bersama.Karya Makoto Shinkai juga Hadir Dalam Bentuk Fisik, Lho!Tahu nggak sih, Grameds, selain dalam bentuk film animasi, Makoto Shinkai juga menerbitkan karya-karyanya dalam bentuk bacaan fisik, lho! Nah, berikut ini adalah beberapa judul karyanya yang bisa kamu simak buat dapetin pengalaman lain di luar menonton animasinya! 1. Your Name. Pinang Kisahnya Di Sini!Cerita ini mengajakmu berkenalan dengan Mitsuha, seorang gadis SMA yang tinggal di sebuah desa di pegunungan, bermimpi dia menjadi seorang anak laki-laki. Pada suatu pagi, ia terbangun di sebuah kamar yang asing, berteman dengan orang asing, serta melihat kota Tokyo tepat di depan matanya. Di lain pihak, Taki, seorang pemuda SMA yang tinggal di Tokyo, juga bermimpi dirinya menjadi seorang gadis SMA yang tinggal di sebuah desa yang dikelilingi pegunungan.Akhirnya, keduanya pun sadar bahwa mereka bertukar tubuh dalam mimpi masing-masing. Takdir yang mempertemukan mereka itu mulai menggerakkan roda-roda nasib. Novel ini ditulis sendiri oleh Shinkai berdasarkan film animasinya Kimi No Nawa (2016).2. The Garden of WordsKata-kata sangat kuat. Penghinaan dan rumor dapat menggagalkan karier seseorang; sedikit dorongan dapat memberi seseorang kekuatan untuk mengejar impian mereka.Pinang Kisahnya Di Sini!Hadir dalam bentuk komik, Makoto Shinkai menggandeng Midori Motohashi dalam pembuatan The Garden of Words. Komik ini berlatar di Tokyo dan mengisahkan tentang Takao Akizuki, seorang siswa SMA yang ingin menjadi desainer sepatu. Takao memiliki kebiasaan membolos saat hujan turun dan pergi ke sebuah taman di Shinjuku untuk menggambar sketsa sepatu.Di taman tersebut, Takao bertemu dengan Yukari Yukino, seorang wanita yang lebih tua darinya. Mereka berdua memiliki perasaan yang saling ketergantungan dan sangat menantikan turunnya hujan agar bisa bertemu kembali. 3. Weathering With You – Makoto ShinkaiPinang Kisahnya Di Sini!Berlatar pada suatu hari di musim panas, Hodaka, seorang siswa SMA kelas satu berhasil kabur dari pulau tempat tinggalnya dan pergi ke Tokyo. Suatu saat, di tengah derasnya hujan yang berkepanjangan dan dalam hiruk pikuk kota tersebut, Hodaka bertemu dengan seorang gadis yang memiliki kekuatan ajaib.Gadis dengan kekuatan ajaib tersebut bernama Hina. Apa yang dilakukan oleh gadis tersebut sangat luar biasa. Ia hanya perlu berdoa untuk membuat cuaca menjadi lebih baik dan cerah. Akan tetapi, cuaca entah mengapa semakin tak keruan dan hidup mereka dirusak oleh takdir. Dalam situasi serupa itu, mereka harus segera memilih cara hidup mereka. 4. 5 Cm Per Second 01 – Makoto ShinkaiPinang Kisahnya Di Sini!Nggak cuma dalam bentuk animasi aja, Grameds. Kisah 5 Centimeters Per Second juga bisa kamu temukan dalam bentuk komik. Edisi ini dicetak dengan format bookpaper dan 4 halaman warna. Makoto Shinkai menggandeng komikus Yukiko Seiko dalam pembuatannya. 5. 5 Cm Per Second 02 - Makoto ShinkaiPinang Kisahnya Di Sini!Buku ini merupakan bagian lanjutan dari kisah 5 cm Per Second yang hadir dalam bentuk komik.Serupa dengan edisi pertamanya, buku ini turut dicetak dengan format bookpaper dan 4 halaman warna. Makoto Shinkai juga masih menggandeng komikus Yukiko Seiko dalam pembuatannya. Pada akhirnya,Kembalinya 5 Centimeters Per Second ke layar lebar Indonesia terasa seperti ajakan pulang ke sebuah cerita lama. Setelah 18 tahun berlalu sejak perilisannya pada 2007, film ini hadir membawa kenangan bagi mereka yang tumbuh bersamanya, sekaligus membuka pertemuan pertama bagi penonton baru yang ingin mengenal dunia Makoto Shinkai. 🎬🌠Lewat film ini, penonton diajak menyelami fase awal perjalanan sang sutradara. Mengikuti cerita-cerita yang berjalan pelan, penuh jeda, dan menyimpan rasa kehilangan yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. Yup, buat kamu yang mau ikutan larut dalam keheningan dan perasaan yang ditinggalkannya, catat tanggalnya baik-baik ya! 5 Centimeters Per Second akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026 nanti. Saat yang pas untuk menonton, meresapinya, dan membiarkan perasaan bekerja. Untuk sekali lagi, untuk satu kesempatan lagi! ⌚🌸Baca juga: Jakarta Selintas Aram, Sekuel Jakarta Sebelum Pagi yang Segera Rilis!✨ Oya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial lainnya dari Gramedia! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! ⤵️Temukan Semua Promo Spesial di Sini!