Super Flu Bikin Badan Remuk, Ini Penjelasan Bedanya dengan Flu BiasaIlustrasi Flu Foto: ShutterstockSebanyak 62 kasus Super Flu atau infeksi influenza A (H3N2) terdeteksi di Indonesia. Lantas, apa yang membedakannya dengan flu biasa?Ahli Kesehatan Masyarakat dari UI, dr Ngabila Salama, menjelaskan, meski sama-sama disebut flu, tingkat keparahan, penyebab, hingga dampaknya terhadap tubuh sangat berbeda.Menurut Ngabila, flu biasa umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti rhinovirus, corona virus non-COVID, dan adenovirus. Infeksi ini biasanya menyerang hidung dan tenggorokan, serta menimbulkan gejala ringan.“Flu biasa ditandai dengan pilek, bersin, batuk ringan, sakit tenggorokan, demam ringan atau bahkan tanpa demam, serta badan yang terasa agak pegal,” katanya.Kepala Seksi Surveillance, Epidemologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr Ngabila Salama, MKM. Foto: Instagram/@ngabilasalamaDalam kondisi tersebut, flu biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 5 hari. Penderita masih dapat beraktivitas meski merasa tidak nyaman.Lantas Apa Bedanya dengan Super Flu?Berbeda dengan flu biasa, istilah Super Flu digunakan secara awam untuk menggambarkan flu dengan gejala yang jauh lebih berat.Kondisi ini umumnya merujuk pada infeksi influenza A atau B yang lebih agresif, infeksi campuran, atau flu yang menyerang saat daya tahan tubuh sedang menurun.Ngabila menjelaskan, Super Flu bersifat sistemik dan menyerang seluruh tubuh.“Seluruh badan ‘kena’, jauh lebih melumpuhkan,” katanya.Ilustrasi pria sakit flu. Foto: ShutterstockGejala Super FluGejalanya antara lain demam tinggi mendadak dengan suhu di atas 38,5 derajat Celsius, nyeri otot berat hingga badan terasa remuk, sakit kepala hebat, batuk kering yang kuat, serta lemas ekstrem hingga penderitanya sulit bangun dari tempat tidur.“Super Flu juga bisa disertai mual, muntah, atau diare,” ujar Ngabila.Dari sisi durasi, Super Flu cenderung berlangsung lebih lama, yakni sekitar 7 hingga 14 hari. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru dan sinusitis berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta.Kapan Harus Waspada?Ngabila mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala sebagai berikut:Demam tinggi lebih dari tiga hariSesak napasBatuk yang semakin beratNyeri dadaKondisi tubuh yang sangat lemas hingga sulit makan dan minum