Nova Arianto Tuntut Kerja Keras di Seleksi Timnas U-20, Pemain Merasa Tertantang

Wait 5 sec.

Pelatih Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto (kedua kiri) memberikan arahan kepada anak asuhnya saat latihan resmi jelang laga kedua Grup H Piala Dunia U17 2025 di Lapangan latihan Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, Kamis (6/11/2025). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama SNova Arianto selaku pelatih kepala Timnas U-20 Indonesia sudah mulai mencari pemain-pemain terbaik untuk masuk skuadnya. Seleksi dilakukan dalam dua gelombang dan saat ini para pemain sudah langsung dituntut bekerja keras.TC sudah berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, sejak awal Desember 2025. Beberapa pemain potensial mengikuti seleksi, termasuk talenta kelahiran 2007. Mereka tidak bisa bersantai-santai sejak hari pertama karena Nova ingin langsung mengenal lebih dalam potensi para pemain.“Yang saya minta mereka bisa menunjukkan versi terbaik mereka. Bagaimana kerja keras mereka, bagaimana usaha mereka di latihan, itu yang ingin saya lihat,” ujar Nova dikutip dari Kita Garuda.“Termasuk bagaimana pemain bisa memahami game plan yang kita buat. Saya harap pemain bisa bekerja lebih keras lagi dan lebih disiplin dengan apa yang akan kita bangun,” imbuhnya.Pelatih Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto memberikan arahan kepada anak asuhnya saat sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTOSalah seorang pemain, Ousmane Camara, mengakui beratnya tuntutan dari Nova Arianto. Pemain muda Borneo FC itu berusaha keras agar bisa terus konsisten saat latihan demi menjaga kans masuk skuad akhir Timnas U-20 nantinya."Tantangan terbesar saya untuk seleksi kali ini adalah persaingan pemain, karena banyak pemain bagus di sini. Saya harus bekerja keras agar bisa bersaing dengan mereka,” ujar striker berdarah Indonesia-Guinea itu. “Evaluasi untuk diri saya sendiri, saya harus bisa mendapatkan tempat di Timnas Indonesia U-20. Di era pelatih Indra Sjafri sebelumnya saya jadikan pengalaman berharga, dan semoga saya bisa mendapatkan tempat di sini,” tambahnya.Rekannya sesama striker, Reno Salampessy, mengutarakan hal yang kurang lebih intinya sama. Pemain kelahiran 22 Juni 2007 ini menilai bahwa seleksi yang kali ini sangat menantang baginya.“Tantangannya cukup banyak. Saya terus menantang diri saya sendiri bahwa saya berada di level berbeda dari yang lain. Itu adalah tantangan bagi saya,” kata putra legenda Persipura, Ricardo Salampessy, itu.