Taman Nasional Komodo Ditutup Sementara untuk Wisatawan Imbas Cuaca Buruk

Wait 5 sec.

Pemandangan panorama udara dari titik pandang pantai Pulau Padar di Taman Nasional Komodo Indonesia. Foto: Aumphotography/ShutterstockBalai Taman Nasional Komodo (BTNK) menutup sementara Taman Nasional Komodo (TNK) untuk aktivitas wisata alam dan pelayaran mulai 29 Desember 2025 hingga waktu yang belum ditentukan.Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan (Notices to Mariners) Nomor 05/NTM-XII/2025 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.Penutupan total aktivitas wisata dan pelayaran ini merupakan tindak lanjut dari peringatan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca ekstrem tersebut merupakan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Hayley.Siklon ini terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi.KSOP juga secara resmi mencabut izin pelayaran atau Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal wisata, termasuk speedboat, dalam keputusan tersebut.Kepala BTNK Hendrikus Siga mengatakan penutupan ini berlaku untuk seluruh destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Komodo, seperti Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pink Beach, serta lokasi penyelaman lainnya.BTNK langsung merespons dengan menghentikan seluruh aktivitas pelayaran wisata alam demi keselamatan bersama.“Mengacu pada Surat Pemberitahuan dari KSOP tersebut di atas, maka pelayanan wisata alam di destinasi wisata Taman Nasional Komodo dihentikan sementara sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut,” katanya.Pantau Informasi CuacaDalam imbauan terpisah, BTNK juga menyampaikan kepada masyarakat dan wisatawan agar terus memantau informasi cuaca harian dari BMKG sebelum beraktivitas di perairan Taman Nasional Komodo.Sementara itu, pemilik kapal atau nakhoda diminta untuk mematuhi arahan KSOP Kelas III Labuan Bajo dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila kondisi cuaca semakin memburuk.Wisatawan yang telah memiliki tiket masuk atau melakukan pemesanan kapal diminta segera menghubungi operator atau pihak BTNK.“Semua pihak diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas apabila kondisi tidak memungkinkan,” imbaunya.Sementara itu, prakiraan cuaca tujuh hari ke depan di wilayah Komodo menunjukkan kondisi yang kurang bersahabat, dengan potensi hujan lebat (heavy rain), badai tersebar (scattered storms), serta gelombang tinggi yang dapat membahayakan pelayaran.