Ilustrasi gudeg Foto: dok.ShutterstockViral di media sosial unggahan netizen yang curhat membeli tiga porsi nasi gudeg telur dan teh dengan harga total Rp 85 ribu. Lokasinya diperkirakan di sekitar Malioboro.Menanggapi hal ini, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni mengatakan harga gudeg bervariatif."Ya memang mungkin beda-beda ya. Kalau dia ke Gudeg (terkenal) kan bisa lebih syok lagi harganya. Tapi nggak bisa gitu juga, ya," kata Anggi sapaan Anggraeni melalui sambungan telepon, Kamis (1/1).Anggi mengatakan ada harapan dari wisatawan mendapatkan citra Yogya yang murah kulinernya."Kalau bicara kewenangan kami memang sudah tidak ada Teras Malioboro 2, kami untuk UPT sendiri kan tidak berada dalam ranah untuk bisa mengontrol harga (pedagang di sirip)," katanya.Di sisi lain, Anggi bilang Dinas Pariwisata juga sudah mensosialisasikan kepada pelaku usaha kuliner agar menyiapkan daftar harga kepada pembeli.Ilustrasi gudeg Foto: dok.ShutterstockSelain itu, Pemkot Yogya selalu mengimbau kepada wisatawan agar terlebih dahulu menanyakan harga sebelum membeli kuliner di Malioboro."Kemudian juga untuk di kami di UPT PKCB itu juga selalu mengimbau makan makanan di resto yang ada di kawasan Malioboro. Jadi yang bener-bener penjual-penjual yang sudah secara pasti harganya itu jelas, kayak gitu. Kami kolaborasi dengan pariwisata sudah selalu seperti itu," katanya."Harapan kami yang selalu kami imbau pun wisatawan tuh datang dengan kesadaran kayak gitu, bahwa dia akan membeli makanan di mana, kemudian akad harganya jelas. Nah saya rasa biar nggak terjadi hal-hal seperti ini kayak gitu," jelasnya.