Foto udara area terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTOBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tanah longsor menjadi bencana paling mematikan sepanjang 2025, di luar kejadian bencana akibat pergerakan Siklon Senyar. Peningkatan frekuensi dan dampak longsor dinilai sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Baik dari sisi jumlah kejadian maupun korban jiwa.Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa sepanjang 2025, jika tidak memasukkan dampak Siklon Senyar, tanah longsor merupakan jenis bencana dengan kontribusi korban jiwa tertinggi. Siklon Senyar merupakan anomali yang menyebabkan bencana besar di Sumut, Sumbar, dan Aceh November 2025.“Di 2025, peningkatan kejadian tanah longsor sangat signifikan. Dengan intensitas dan dampak yang jauh luar biasa dari tahun sebelumnya. Sekiranya tidak ada Siklon Senyar, maka tanah longsor adalah kejadian paling mematikan sepanjang tahun 2025,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (1/1).Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Konferensi Pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (22/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparanBNPB mencatat rangkaian kejadian longsor yang terjadi sepanjang tahun 2025.Berikut data seputar kejadian longsor sepanjang 2025:JanuariLongsor di Petungkriono, Pekalongan, menewaskan 25 orangMaretLongsor di Sukabumi dengan 9 korban meninggalAprilLongsor di Mojokerto menewaskan 10 orangMeiLongsor di Gunung Kuda, Cirebon, menewaskan 21 orangLongsor di Kabupaten Arfak, Papua Barat, dengan 16 korban jiwaJuniLongsor di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menewaskan 7 orang.NovemberLongsor di Cilacap menewaskan 21 orang. Longsor di Banjarnegara menewaskan 17 orangLongsor di Nduga, Papua, menewaskan 23 orang dan menyebabkan 15 orang hilangPada November, rangkaian bencana banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.“Ini berkontribusi untuk meningkatkan dampak baik itu korban jiwa, maupun infrastruktur akibat bencana di 2025,” ujar Abdul.Total 3.223 Bencana di 2025Secara keseluruhan, BNPB mencatat ada 3.223 kejadian bencana sepanjang 2025, dengan banjir dan tanah longsor di Sumatera menjadi penyumbang utama korban jiwa dan kerusakan rumah.“Kalau kita lihat dari kejadian bencana apa saja yang paling signifikan dalam kontribusi di angka korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, khususnya rumah, itu adalah banjir dan tanah longsor. Kontribusinya dari kejadian di Sumatera,” kata Abdul.Abdul menekankan bahwa peningkatan kejadian longsor tidak semata-mata dipicu intensitas hujan tinggi, tetapi juga berkaitan dengan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan, terutama di wilayah lereng.“Kondisi-kondisi kelerengan ini sudah mulai sangat rentan, sehingga benar-benar kita harus melihat ulang tata ruang dan peruntukan lahan,” tutupnya.