Ibnoe Subroto di Rancabungur, Bogor, yang fokus pada kesiapan fasilitas riset keantariksaan, peluncuran satelit A4, dan pengembangan bandar antariksa, Rabu (31/12/2025).Arif menekankan bahwa percepatan pengembangan antariksa tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi memerlukan tata kelola, pembagian peran, dan koordinasi yang jelas antarunit untuk menghindari tumpang tindih kewenangan. Meski pembahasan kelembagaan masih berlangsung dengan Kementerian PAN-RB dan instansi terkait, Arif menyatakan bahwa efektivitas fungsi keantariksaan yang terintegrasi lebih penting daripada sekadar bentuk organisasi.Perekayasa Ahli Utama BRIN Rika Andiarti menjelaskan bahwa pengembangan bandar antariksa telah tercantum dalam Rencana Induk Keantariksaan Nasional 2017–2040, yang saat ini sedang dievaluasi agar target dan strateginya lebih adaptif dan realistis. Arif mendorong peningkatan intensitas dan kualitas riset, termasuk pemanfaatan hibah riset luar negeri, dengan menjanjikan penyempurnaan mekanisme pendanaan dan penghargaan untuk mendukung publikasi ilmiah dan pengembangan teknologi strategis.