Andi Bowo, Awak Mobil Tangki (AMT) Fuel Terminal Malang yang mendapatkan penghargaan dari Pertamina Patra Niaga. Foto: PPNDi saat sebagian besar masyarakat menikmati libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama keluarga, ada sekelompok orang yang tetap berada di jalan demi memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi. Mereka adalah Awak Mobil Tangki (AMT) yang menjadi garda terdepan distribusi BBM.Di Fuel Terminal Malang, dedikasi para AMT tersebut mendapat perhatian khusus dari Pertamina Patra Niaga. Sebanyak 10 AMT terbaik menerima penghargaan atas kontribusi dan kerja keras mereka dalam menjaga kelancaran distribusi BBM, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode libur Nataru.Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Rekayasa & Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo. Ia menegaskan peran strategis AMT yang bekerja di lapangan untuk memastikan pasokan energi tetap andal di wilayah Malang dan sekitarnya.Bagi para AMT, tugas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan tanggung jawab yang menuntut kesiapan fisik, kewaspadaan tinggi, dan pengorbanan waktu bersama keluarga. Salah satunya dirasakan oleh Andi Bowo, AMT Fuel Terminal Malang yang telah mengabdi selama delapan tahun.Sejumlah mobil tangki PT Pertamina (persero) mengisi pasokan tangki BBM di Terminal BBM Pengapon, Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/4/2023). Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan“Tentunya saya merasa senang dan bangga mendapatkan penghargaan ini. Jujur ada rasa sedih karena pada momen libur Natal dan Tahun Baru kami tidak selalu bisa berkumpul bersama keluarga. Namun di sisi lain, saya bangga karena dapat ikut membantu masyarakat,” ujar Andi.Ia menuturkan, di balik kelancaran distribusi BBM selama Nataru, terdapat kerja panjang yang harus dijalani AMT sejak sebelum kendaraan tangki melaju ke jalan.“Setiap hari kami memulai tugas dengan pengecekan kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pengisian dan pengantaran BBM ke SPBU tujuan, mulai dari wilayah Malang, Blitar, hingga Tulungagung,” katanya.Dalam kondisi tertentu, terutama saat lalu lintas padat selama libur panjang, proses distribusi menjadi semakin menantang. Pembongkaran BBM di SPBU bahkan kerap berlangsung hingga dini hari.Truk tangki mulai dinaikan ke Kapal KRI Makassar - 590 untuk supplay BBM ke Karimunjawa. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan“Kadang pembongkaran bisa sampai pukul satu atau dua dini hari, bahkan sampai subuh. Sepanjang perjalanan kami tetap fokus mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan jam istirahat agar distribusi BBM tetap lancar,” tambah Andi.Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan AMT menjadi kunci terjaganya keandalan distribusi energi selama periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.“Awak Mobil Tangki merupakan garda terdepan penyaluran BBM. Mereka siap beroperasi 24 jam di Fuel Terminal Malang dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi di lapangan, termasuk kemacetan serta peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur,” jelas Ahad.Hal senada disampaikan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun. Menurutnya, peran AMT sangat strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya pada momen libur Natal dan Tahun Baru.“Awak Mobil Tangki memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan distribusi BBM berjalan aman dan lancar hingga ke SPBU. Di tengah tantangan peningkatan konsumsi selama libur Nataru, dedikasi serta disiplin AMT menjadi kunci utama terjaganya ketahanan energi di daerah,” ujarnya.Roberth menambahkan, Pertamina Patra Niaga secara konsisten mengedepankan aspek keselamatan kerja, kesehatan awak, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas distribusi energi.Dedikasi para AMT ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat. Kris, salah satu konsumen di SPBU Diponegoro, Kota Batu, mengaku ketersediaan BBM selama libur Natal terjaga dengan baik.“Stok BBM aman dan antrean normal, paling hanya dua sampai tiga kendaraan. Saya juga merasa terbantu ketika petugas meminta saya menunggu sejenak untuk tidak langsung mengisi BBM saat hujan deras demi menjaga keamanan. Pelayanan seperti ini membuat kami sebagai konsumen merasa lebih aman dan nyaman,” tutur Kris.Di tengah ramainya jalan dan meningkatnya kebutuhan energi selama libur panjang, para Awak Mobil Tangki terus melaju. Mengantar energi, memastikan roda aktivitas masyarakat tetap bergerak, meski harus menunda momen kebersamaan bersama keluarga.