Mengunjungi kantor pusat BYD di Shenzhen China Foto: Dok. IstimewaProdusen kendaraan listrik asal China, BYD, resmi menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik terbesar di dunia pada 2025. Pergeseran ini terjadi setelah Tesla mencatat penurunan pengiriman kendaraan, sementara penjualan mobil listrik BYD terus meningkat sepanjang tahun.Mengutip The Guardian pada Sabtu (3/1), BYD membukukan penjualan 2,26 juta unit mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada tahun 2025. Angka tersebut melampaui Tesla yang melaporkan pengiriman 1,63 juta unit pada periode yang sama.Perubahan posisi ini menjadi penanda bergesernya pusat kekuatan industri mobil listrik global ke China. Produsen otomotif China memanfaatkan transisi menuju kendaraan listrik untuk memperluas pangsa pasar internasional.Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor mobil China terus meningkat, dipimpin oleh BYD serta produsen lain seperti SAIC dan Chery yang menaungi merek Omoda dan Jaecoo.Mobil listrik Atto 1 ditampilkan di booth Mobil Listrik BYD saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanPenjualan mobil listrik global memang masih tumbuh, namun lajunya melambat dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut memicu persaingan harga yang ketat di antara produsen kendaraan listrik. Sejumlah pemerintah juga mulai menyesuaikan ulang target peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil.Kinerja Tesla pada 2025 tertekan oleh sejumlah faktor. Penarikan subsidi kendaraan listrik di Amerika Serikat serta pencabutan regulasi emisi yang sebelumnya mendorong produksi mobil listrik dinilai berpengaruh terhadap permintaan. Selain itu, Tesla menghadapi tekanan sentimen konsumen menyusul sikap politik Elon Musk pada akhir 2024.Pada kuartal IV 2025, pengiriman Tesla turun menjadi 418.200 unit, lebih rendah dari proyeksi analis. Secara tahunan, penjualan Tesla tercatat turun 9 persen dibandingkan 2024.Bloomberg sebelumnya memperkirakan pengiriman Tesla pada kuartal tersebut mencapai sekitar 441.000 unit, namun perusahaan merilis estimasi konsensus sendiri menjelang akhir tahun untuk mengantisipasi hasil yang lebih rendah.Tekanan terhadap kinerja penjualan turut tercermin pada pergerakan saham Tesla. Saham perusahaan turun 1 persen pada perdagangan Jumat dan melemah sekitar 8 persen sejak malam Natal. Penurunan ini menjadi yang kedua secara berturut-turut dalam catatan penjualan tahunan Tesla.Meski demikian, Tesla masih menjadi produsen mobil paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 1,4 triliun. Investor masih menaruh harapan pada pengembangan teknologi kendaraan otonom, kecerdasan buatan, dan robotika yang digarap perusahaan tersebut.Tesla telah mulai mengoperasikan layanan robotaxi terbatas di Austin, Texas. Namun persaingan di sektor kendaraan otonom semakin ketat, terutama dari produsen China. Sejumlah perusahaan otomotif dan teknologi China telah memiliki teknologi serupa, termasuk BYD dengan sistem bantuan mengemudi bernama “God’s Eye” yang telah disematkan pada mobil listrik berharga terjangkau.Di sisi lain, penjualan mobil listrik BYD tumbuh 28 persen sepanjang 2025, meskipun mencatat pelemahan pada Desember. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini didirikan pada 1995 sebagai produsen baterai oleh Wang Chuanfu.Secara keseluruhan, BYD mencatat penjualan 4,55 juta kendaraan sepanjang 2025. Penjualan plug-in hybrid tercatat turun 8 persen secara tahunan menjadi 2,29 juta unit. Namun, penjualan kendaraan komersial, termasuk bus dan truk listrik, justru melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 57.000 unit.