Ilustrasi anak berdiskusi dengan guru di sekolah. Foto: Djarum FoundationUsia balita merupakan fase ketika anak sedang aktif mengenal dunia, mulai dari rutinitas harian hingga berinteraksi dengan orang lain. Pada tahap perkembangan ini, anak belum sepenuhnya memahami konsep-konsep yang ada di kesehariannya, salah satunya yang berkaitan dengan aturan.Pengalaman ini turut dirasakan oleh pemilik akun Instagram @fitrisaid_, yang membagikan cerita Senin paginya di rumah bersama sang putri, Kaluna. Awalnya, Kaluna meminta izin tidak pergi ke sekolah karena badannya pegal. Namun, beberapa jam kemudian, ia justru minta diantar ke sekolah karena rindu bertemu teman-temannya.Kaluna bahkan sempat menangis dan meminta ibunya mencarikan sekolah yang “tidak punya peraturan”. Pasalnya, ia ingin berangkat sekolah jam 10 pagi, dan bukan di jam biasanya.Kapan Anak Perlu diajari Adanya Peraturan?Ilustrasi anak belajar di sekolah. Foto: Shutter StockPsikolog Klinis Raden Mutiara Puspa Wijaya, M.Psi, menjelaskan bahwa penjelasan panjang terkait aturan mungkin masih cukup sulit bagi anak usia balita.“Karena sebenarnya mereka belum memahami sesuatu yang bersifat konsep. Namun, mereka bisa mulai dikenalkan melalui kebiasaan,” ujar Mutiara kepada kumparanMOM, Jumat (2/1).Menurutnya, pemahaman anak tentang peraturan umumnya baru berkembang di usia sekitar 8 tahun ke atas. Oleh karena itu, pada usia balita, orang tua tidak perlu menjelaskan aturan secara rumit.Sebagai gantinya, orang tua cukup menyampaikan kalimat sederhana dan konkret, misalnya: “Kalau sekolah, kita berangkat pagi. Kalau sudah siang, sekolahnya sudah selesai.”Kalimat seperti ini lebih mudah dipahami balita. Sebab, di usia ini, disiplin bukan tentang menaati aturan, melainkan tentang:Mengenal waktuMembentuk kebiasaan atau rutinitasMemahami batas sederhanaUntuk itu, orang tua dianjurkan menggunakan kalimat yang pendek, jelas, dan diulang secara konsisten setiap hari. Dengan pendekatan sederhana dan konsisten, anak dapat lebih nyaman menjalani rutinitas sekolah tanpa merasa terbebani oleh aturan yang belum sepenuhnya ia pahami.“Konsistensi orang tua jauh lebih penting daripada penjelasan panjang,” tutup Mutiara.