Aktivitas di pasar Aceh Tamiang makin ramai. Foto: Dok. Bakom RIGeliat aktivitas jual-beli di Pasar Sabtu Tualang Cut, Aceh Tamiang, Aceh, membuat semringah para pedagang. Sebulan setelah bencana banjir melanda, Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Namun, para pedagang melihat suasana ramai di pasar ini memperlihatkan masyarakat mulai bangkit."Kalau pasar ramai kaya gini, kita senang sih. Harapannya mudah-mudahan jadi perhatian,” kata seorang pedagang di lokasi, Sabtu (3/1).Menurutnya, bencana harus menjadi pengalaman bagi semua masyarakat untuk bangkit bersama. "Untuk semua orang, kita semangat semua. Jangan putus asa dan jangan mengeluh, semua itu cobaan dari Allah dan mudah-mudahan ada hikmahnya di balik semua ini,” lanjut dia.Ramainya aktivitas pasar juga membuat pedagang saling menguatkan. Salah satu pedagang yakin suasana berangsur-angsur normal."Semangat terus kawan-kawan, karena kita sama-sama kena musibah. Jangan putus asa,” tambah pedagang lain.Pedagang di Aceh Tamiang gembira, roda ekonomi kembali berputar. Foto: Dok. Bakom RIAktivitas Sabtu (3/1) pagi di Pasar Sabtu Tualang Cut, Aceh Tamiang, Aceh, penuh keceriaan. Masyarakat berbondong-bondong ke pasar untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.Dari video yang beredar, pasar dipadati pedagang dan pembeli. Di bawah tenda maupun payung besar, para pedagang tampak sibuk melayani pembeli."Usaha lebih baik di balik musibah ini semua. Ekonomi mulai bergerak lagi. Jangan menyerah sajalah kita. Hidupkan harus berjalan,” kata seorang pedagang lain.Ramainya Toko EmasDi toko emas, sejumlah ibu tengah serius memperhatikan perhiasan yang dijajakan. Di kios cabai yang berjualan di bawah tenda panjang, para pembeli pun tampak memasukkan cabai-cabai ke dalam kantong plastik.Suasana ini disyukuri para pedagang. "Usaha lebih baik di balik musibah ini semua. Ekonomi mulai bergerak lagi. Jangan menyerah sajalah kita. Hidupkan harus berjalan,” kata salah satu pedagang.Aceh Tamiang menjadi salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana di Sumatra. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai dampak bencana di Aceh Tamiang tergolong paling parah dibandingkan daerah terdampak lainnya."Dari semua daerah terdampak, yang paling berat betul adalah Aceh Tamiang," kata Tito di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten.