Suasana Kota Caracas, Venezuela, pasca-serangan udara AS, Sabtu (3/1/2026). Foto: Federico Parra/AFPFasilitas produksi dan pengolahan minyak milik Venezuela dilaporkan tetap beroperasi normal pada Sabtu (3/1) dan tidak mengalami kerusakan akibat serangan Amerika Serikat (AS) yang disebut-sebut bertujuan menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Hal tersebut disampaikan dua sumber yang mengetahui langsung operasi perusahaan energi negara, Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA).Dilansir Reuters, salah satu sumber mengatakan bahwa Pelabuhan La Guaira di dekat Caracas, salah satu pelabuhan terbesar Venezuela, memang mengalami kerusakan parah. Namun, pelabuhan itu bukan pelabuhan ekspor minyak.Pada Desember lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari Venezuela. AS juga menyita dua kargo minyak Venezuela.Langkah tersebut memangkas ekspor minyak negara anggota OPEC itu pada bulan lalu menjadi sekitar setengah dari volume pengiriman November, yang mencapai sekitar 950 ribu barel per hari (bph), berdasarkan data pemantauan dan dokumen internal.Peta Amerika Serikat dan Venezuela. Foto: AustralianCamera/ShutterstockKebijakan AS membuat banyak pemilik kapal menghindari perairan Venezuela, yang dengan cepat meningkatkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar PDVSA. Akibatnya, PDVSA terpaksa memperlambat pengiriman di pelabuhan-pelabuhan dan menyimpan minyak di atas kapal tanker untuk menghindari pengurangan produksi minyak mentah maupun kapasitas pengilangan.Di sisi lain, sistem administrasi PDVSA juga belum sepenuhnya pulih dari serangan siber pada Desember lalu, yang memaksa perusahaan mengisolasi terminal, ladang minyak, dan kilang dari sistem pusat. PDVSA pun kembali menggunakan pencatatan manual demi menjaga operasional tetap berjalan.