Ilustrasi Anak Flu Foto: ShutterstockFlu pada anak kerap membuat orang tua panik dan ingin segera memberikan obat. Padahal, tidak semua flu membutuhkan penanganan medis atau obat khusus. Lalu, bagaimana cara merawat flu pada anak tanpa obat?Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), menjelaskan bahwa flu yang disebabkan oleh virus umumnya dapat membaik dengan sendirinya jika tidak disertai gejala berat.Menurutnya, virus flu bekerja seperti virus lainnya. Pada kondisi ringan, tubuh anak sebenarnya mampu melawan infeksi tanpa bantuan obat khusus. Hal ini mirip dengan pengalaman orang dewasa yang mengalami demam dan batuk ringan, lalu membaik meski tidak minum obat apa pun.Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock“Bisa membaik sendiri. Kita kan kadang mengalami demam batuk belakang. Kita tidak minum obat apapun bisa membaik,” ucap dr. Nastiti dalam acara webinar bersama IDAI, Senin (29/12).Flu pada Anak Tak Selalu Perlu Obat, Ini Cara Perawatan di RumahLangkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah memperhatikan gejala yang muncul. Jika anak mengalami demam, obat penurun panas boleh diberikan sesuai dosis. Namun, perawatan paling penting justru terletak pada hal sederhana, yaitu memastikan anak minum cairan yang cukup, terutama air putih hangat.“Yang paling efektif adalah dengan banyak minum cairan. Minumnya harus lebih banyak. Air putih hangat,” tuturnya.Ilustrasi anak minum air putih. Foto: ShutterstockAsupan cairan yang banyak sangat membantu karena dapat mengencerkan dahak, memperbaiki kerja silia-silia di saluran napas, serta menjaga tubuh anak tetap terhidrasi. Saat demam, metabolisme anak meningkat, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat, sehingga risiko dehidrasi pun lebih besar. Oleh karena itu, kebutuhan cairan harus benar-benar diperhatikan.Selain cairan, anak juga perlu mendapatkan makanan bergizi untuk membantu proses pemulihan, serta istirahat yang cukup agar daya tahan tubuhnya optimal. Vitamin dapat diberikan sebagai pendukung, sesuai anjuran.“Kemudian, makanan-makanan yang bergizi. Nutrisinya harus diperbaiki dan istirahat,” ucapnya.Ilustrasi Anak minum obat. Foto: GOLFX/ShutterstockYang tak kalah penting, orang tua tidak dianjurkan membeli dan memberikan antibiotik secara mandiri. Antibiotik tidak bekerja untuk virus, dan penggunaannya tanpa indikasi yang tepat justru berisiko menimbulkan efek samping serta resistensi antibiotik.“Jangan sembarangan memberikan obat batuk yang mengandung komponen-komponen yang berbahaya. Misalnya beli antibiotik sendiri, itu tidak boleh,” pungkas dr. Nastiti.