Ilustrasi Jus Jeruk. Foto: Art_Photo/ShutterstockJus jeruk kerap menjadi pilihan minuman setelah makan karena rasanya yang segar. Tak sedikit pula yang meyakini kalau jus jeruk bermanfaat bagi kesehatan berkat kandungan nutrisinya. Studi terbaru pun menunjukkan bahwa konsumsi jus jeruk secara rutin berkaitan dengan manfaat bagi kesehatan jantung.Dilansir News Medical, peneliti studi ini meneliti 20 orang dewasa sehat berusia 21-36 tahun yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan. Para peserta diminta mengonsumsi 500 mililiter jus jeruk pasteurisasi setiap hari selama 60 hari yang dibagi dalam waktu dua kali konsumsi.Sebelum penelitian dimulai, peserta diminta tidak mengonsumsi jeruk atau produk berbahan jeruk selama tiga hari. Lalu, selama penelitian berlangsung, mereka juga diminta menghindari semua makanan yang mengandung jeruk.Mengutip Medical News Today, hasil penelitian menunjukkan adanya 1.705 gen di tubuh yang mengalami perubahan aktivitas akibat konsumsi jus jeruk. Sebagian besar perubahan tersebut berkaitan dengan penurunan aktivitas gen yang berhubungan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.Ilustrasi Jus Jeruk. Foto: Photoongraphy/ShutterstockSelain itu, mengonsumsi jus jeruk juga dikaitkan dengan penurunan aktivitas gen pemicu peradangan yang dapat merusak pembuluh darah dan sistem kardiovaskular. Di sisi lain, aktivitas gen yang berperan dalam metabolisme lemak justru meningkat sehingga membantu tubuh memproses dan menyimpan lemak secara lebih efisien.“Kami menemukan bahwa jus jeruk memperbaiki indikator kardiometabolik utama, termasuk peradangan, stres oksidatif, tekanan darah, dan metabolisme lipid,” ujar penulis utama studi, Layanne Nascimento Fraga, dikutip dari Medical News Today.Menurut Michelle Routhenstein, ahli gizi kardiologi preventif dari Entirely Nourished yang tidak terlibat dalam penelitian ini, hasil penurunan tekanan darah tersebut berkaitan dengan kandungan hesperetin dalam jus jeruk. Senyawa ini dapat membantu pembuluh darah bekerja lebih optimal sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.Meski demikian, Routhenstein menyarankan agar penelitian lanjutan dilakukan, terutama untuk meneliti manfaat buah jeruk utuh yang kaya serat dan flavonoid.Sementara itu, ahli jantung Jayne Morgan mengingatkan agar konsumsi jus jeruk tetap dilakukan dengan tidak berlebihan“Segala sesuatu sebaiknya dikonsumsi secara moderat, termasuk jus jeruk,” ujarnya.Morgan menambahkan, asupan vitamin C dalam jumlah besar seperti pada jus jeruk berpotensi meningkatkan asupan gula dan memicu lonjakan insulin hingga kenaikan berat badan.Reporter Salsha Okta Fairuz