Ilustrasi penumpang memakai heapdhones di pesawat . Foto: BongkarnGraphic/ShutterstockTraveler mungkin pernah merasa ragu saat menekan tombol panggilan pramugari di pesawat. Ada yang takut dianggap merepotkan pramugari, dianggap tidak sopan, atau berpikir tombol itu hanya untuk keadaan darurat. Namun, menurut para awak kabin, tombol kecil di atas kepala itu justru dibuat untuk membantu penumpang, asal digunakan dengan benar.HuffPost mewawancarai sejumlah pramugari untuk menjelaskan situasi yang tepat dan tidak tepat untuk menggunakan tombol tersebut.Kapan Traveler Boleh Menekan Tombol Panggilan?Seorang penumpang menekan tombol panggil pramugari di pesawat. Foto: Shutter StockPramugari Delta Air Lines, Shannon Brown, mengatakan tombol panggilan adalah cara paling nyaman bagi kru untuk membantu penumpang.“Lebih baik tekan tombol daripada menyentuh atau mengetuk kami,” ujarnya. “Penumpang boleh menekannya jika membutuhkan bantuan sabuk pengaman, butuh penjelasan pengumuman, ingin minuman atau camilan, atau sedang cemas selama penerbangan," lanjutnya. Menurut para awak kabin, tombol ini bukan hanya untuk darurat, melainkan untuk kebutuhan wajar yang menyangkut kenyamanan, keselamatan, dan kesejahteraan penumpang.Mantan awak kabin Etihad Airways, Paula S. Adams, menambahkan bahwa tombol itu juga berguna ketika lorong sedang padat, penumpang tidak bisa bangun karena keterbatasan mobilitas, ada bayi di pangkuan, atau teman sebangku sedang tertidur.Bahkan, jika pramugari lupa membawa minuman yang sudah dijanjikan, penumpang dipersilakan menekan tombol sebagai pengingat.Tombol itu juga boleh ditekan jika:Melewatkan giliran saat layanan makanan/minuman.Membutuhkan bantuan untuk anak atau penyandang disabilitas.Merasa tidak sehat atau melihat penumpang lain sakit.Ada masalah kursi, lampu baca, atau ventilasi udara.Menjatuhkan ponsel di sela kursi (baterai lithium bisa rusak dan membahayakan).Menurut juru bicara Delta, penumpang seharusnya tidak ragu, karena itu bagian dari tugas kru. Tombol panggilan bahkan membantu mengurangi pergerakan di kabin dan mencegah risiko saat turbulensi.“Kami lebih suka kamu menekan tombol daripada berjalan ke galley saat kondisi tidak aman,” ujar Adams.Kapan Traveler Tak Boleh Menekan Tombol Panggilan?Ilustrasi pramugari. Foto: ShutterstockMeski bermanfaat, ada situasi ketika tombol itu sebaiknya tidak digunakan, kecuali dalam keadaan darurat.1. Saat pesawat taxi, lepas landas, atau menjelang mendaratPramugari Delta, Benjamin Biffis, menjelaskan bahwa pada fase kritis ini, pramugari harus duduk dan fokus pada keselamatan.Meminta headphone atau air minum saat pesawat baru naik bukan keadaan darurat.2. Saat turbulensi“Kalau lampu sabuk pengaman menyala dan pesawat berguncang, jangan tekan tombol kecuali darurat,” kata pramugari Heather Poole.3. Untuk hal-hal yang bisa dilakukan sendiriMisalnya mengeluarkan barang dari tas, mencari film di layar hiburan, atau menanyakan jam landing yang sudah tertera di layar kursi.4. Untuk komplain kecil tentang penumpang lainKecuali berkaitan dengan keselamatan, sebaiknya tunggu pramugari lewat.5. Untuk mempercepat layanan atau meminta hal yang tidak bisa dikontrol kruMisalnya protes soal delay, minta upgrade kursi, meminta kru membuang sampah saat mereka masih melayani penumpang lain, hingga refill minuman lima menit setelah take-off.“Jangan perlakukan tombol ini seperti bel concierge,” ujar Adams.6. Menekan berulang kali untuk permintaan yang samaJika permintaan sudah diterima, beri waktu kru melakukan tugasnya.Pramugari menegaskan bahwa tugas utama mereka adalah keselamatan penumpang. Layanan adalah bagian pekerjaan, namun bukan yang paling penting.Tombol panggilan membantu komunikasi dan mencegah penumpang berjalan di lorong saat tidak aman. Jadi, jika benar-benar butuh sesuatu, tekanlah.