KFC dan Pizza Hut di India Resmi Merger, Nilainya Rp 15,6 Triliun

Wait 5 sec.

Ilustrasi KFC. Foto: ShutterstockDua operator waralaba restoran cepat saji yakni KFC dan Pizza Hut di India sepakat bergabung atau merger lewat skema pertukaran saham. Nilai transaksinya mencapai USD 933 juta atau setara Rp 15,6 triliun (kurs Rp 16.702). Langkah tersebut ditempuh untuk memperbesar skala usaha, sekaligus menekan biaya di tengah lemahnya permintaan konsumen dan ketatnya persaingan.Mengutip Bloomberg, Minggu (4/1), Devyani International Ltd. akan menerbitkan 177 saham baru untuk setiap 100 saham milik Sapphire Foods India Ltd., sebagaimana tercantum dalam keterbukaan informasi ke bursa AS pada Kamis. Sebelum kesepakatan ini, kedua perusahaan menjalankan operasional KFC dan Pizza Hut secara terpisah namun paralel di India. Melalui transaksi ini, seluruh operasi KFC dan Pizza Hut di India akan berada di bawah satu entitas.Dalam skema tersebut, Devyani akan menerbitkan total 568,85 juta saham kepada pemegang saham Sapphire. Berdasarkan harga penutupan saham pada Kamis, valuasi transaksi ini mencapai sekitar 83,9 miliar rupee atau USD 933 juta, menurut perhitungan Bloomberg.Ilustrasi logo Pizza Hut Foto: ShutterstockRespons pasar terhadap kesepakatan ini beragam. Saham Devyani sempat melonjak hingga 8,3 persen pada perdagangan Jumat, meski akhirnya hampir memangkas seluruh penguatannya saat penutupan. Sementara itu, saham Sapphire ditutup melemah 4,1 persen.Kedua pemegang waralaba menyebut penggabungan ini akan menciptakan skala ekonomi, memangkas biaya operasional, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat posisi tawar terhadap pemasok dan vendor Yum! Brands, selaku pemilik merek telah menyetujui rencana tersebut, dengan penggabungan efektif berlaku mulai 1 April.Industri restoran cepat saji sendiri tengah menghadapi perlambatan pertumbuhan penjualan dalam beberapa kuartal terakhir. Persaingan makin sengit seiring pemain besar seperti pemegang waralaba McDonald's, Westlife FoodWorld Ltd., serta operator Domino’s Pizza, Jubilant FoodWorks, meningkatkan investasi. Di saat yang sama, pendatang baru seperti Wow Momo Foods Pvt. juga agresif menambah kategori produk.Devyani disebut akan menjadi "perusahaan berskala nasional," sebanding dengan pesaingnya Jubilant FoodWorks. Analis Jefferies yang dipimpin Vivek Maheshwari dalam catatan tertanggal 2 Januari menilai entitas hasil penggabungan akan fokus mempercepat ekspansi KFC, memperkuat Pizza Hut untuk pertumbuhan jangka panjang, serta mengembangkan merek baru seperti jaringan makanan India Vaango!.Perusahaan berbasis di Gurugram itu menilai penggabungan ini berpotensi menciptakan pemimpin pasar. Bisnis gabungan tersebut diperkirakan menghasilkan manfaat sinergi hingga 2,25 miliar rupee per tahun mulai tahun kedua setelah operasional penuh pascamerger.Saat ini, Devyani mengoperasikan lebih dari 2.000 gerai di 280 kota di India, Nigeria, Nepal, dan Thailand, termasuk KFC dan Pizza Hut milik Yum! Brands. Sementara Sapphire Foods mengelola sekitar 1.000 restoran KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell di India serta Sri Lanka.Yum! Brands diketahui telah merombak model bisnisnya sekitar satu dekade lalu dengan melepas sebagian operasional gerainya kepada Sapphire Foods yang baru dibentuk saat itu, sebagai bagian dari strategi konsolidasi mitra waralaba. Sapphire Foods didirikan pada 2015 dengan dukungan konsorsium perusahaan ekuitas swasta seperti Samara Capital dan Goldman Sachs, lalu melantai di bursa melalui IPO pada November 2021.Penggabungan ini masih memerlukan berbagai persetujuan regulator, termasuk dari otoritas persaingan usaha India. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu 12–15 bulan. Integrasi penuh kedua entitas dan realisasi seluruh manfaat sinerginya ditargetkan tercapai dalam 18 bulan sejak tanggal efektif penggabungan.