Presiden Donald Trump diapit Direktur CIA John Ratcliffe dan Menlu Marco Rubio, saat meninjau operasi militer AS di Venezuela, dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1). Foto: @realDonaldTrump via reutersPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim banyak warga Kuba tewas dalam serangan militer AS ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (3/1).Hal itu disampaikannya usai memberikan konferensi pers terkait operasi militer tersebut. Dalam wawancara dengan The New York Post, Trump menyebut warga Kuba menjadi korban karena terlibat langsung melindungi Maduro.“Anda tahu, banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka tadi malam. Tahukah Anda itu?” kata Trump, dilansir AFP, Kamis (4/1).“Banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka. Mereka melindungi Maduro. Itu bukan langkah yang baik,” lanjutnya.Meski demikian, Trump tidak merinci jumlah warga Kuba yang tewas dalam serangan tersebut. Hingga kini, baik pemerintah Venezuela maupun Amerika Serikat belum merilis data resmi korban jiwa akibat operasi militer yang berujung pada penangkapan Maduro itu. Trump hanya memastikan tidak ada warga Amerika yang tewas.Kuba dan Venezuela dikenal sebagai sekutu dekat di Amerika Latin. Keduanya menganut ideologi komunis dan sama-sama menghadapi sanksi ekonomi dari Amerika Serikat. Selama puluhan tahun, Kuba sangat bergantung pada Venezuela, terutama dalam hal dukungan ekonomi dan pasokan bahan bakar.Postingan Media Sosial Truth milik Presiden Donald Trump, yang menampilkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditahan pasukan AS di Kapal Serang Amfibi USS Iwo Jima, usai ditangkap Sabtu (3/1) Foto: Donald Trump Truth via ReutersMenjelang serangan AS, ketika Washington mengerahkan kekuatan militernya di kawasan Karibia, sejumlah laporan media AS menyebut Maduro sangat bergantung pada penasihat serta pengawal dari Kuba untuk menjaga keamanannya.Trump menilai ketergantungan itu justru berujung fatal.“Kuba selalu sangat bergantung pada Venezuela. Dari sanalah mereka mendapatkan uang, dan mereka melindungi Venezuela, tetapi dalam kasus ini, itu tidak berjalan dengan baik,” ujar Trump.Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut memberikan peringatan kepada pemerintah Kuba.“Jika saya tinggal di Havana dan berada di pemerintahan, setidaknya saya akan sedikit khawatir,” kata Rubio.Meski demikian, Trump menegaskan tidak berencana melakukan aksi militer terhadap Kuba, yang saat ini tengah dilanda krisis ekonomi.“Tidak, Kuba akan runtuh dengan sendirinya. Kuba sedang berada dalam kondisi yang sangat buruk,” tandas Trump.