BYD Atto 1 di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparanBerita mengenai Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, resmi menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik terbesar di dunia pada 2025, jadi salah satu berita populer kumparanBISNIS pada Sabtu (3/1).Selanjutnya adalah berita harga minyak sawit dunia anjlok karena melemahnya kinerja ekspor Malaysia. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis:Penjualan Tesla Kalah Saing dari BYDPergeseran ini terjadi setelah Tesla mencatat penurunan pengiriman kendaraan, sementara penjualan mobil listrik BYD terus meningkat sepanjang tahun.Mengutip The Guardian pada Sabtu (3/1), BYD membukukan penjualan 2,26 juta unit mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada tahun 2025. Angka tersebut melampaui Tesla yang melaporkan pengiriman 1,63 juta unit pada periode yang sama.Perubahan posisi ini menjadi penanda bergesernya pusat kekuatan industri mobil listrik global ke China. Produsen otomotif China memanfaatkan transisi menuju kendaraan listrik untuk memperluas pangsa pasar internasional.Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor mobil China terus meningkat, dipimpin oleh BYD serta produsen lain seperti SAIC dan Chery yang menaungi merek Omoda dan Jaecoo.Warga gelar unjuk rasa terkait peran Elon Musk di pemerintahan Presiden AS Donald Trump, di luar dealer Tesla di Palo Alto, California, AS 5 Maret 2025. Foto: REUTERS/Carlos BarriaHarga Minyak Sawit Anjlok karena MalaysiaMengutip Bloomberg pada Sabtu (3/1), mengacu harga perdagangan Jumat (2/1), kontrak berjangka minyak sawit turun hingga di bawah level MYR 4.000 ringgit per ton.Tekanan juga datang dari pergerakan minyak kedelai, yang merupakan pesaing utama minyak sawit di pasar pangan dan bahan bakar, setelah komoditas tersebut ditutup melemah 1,8 persen pada perdagangan Rabu (31/12) lalu.Pelemahan harga sawit sejalan dengan kondisi pasar energi global. Harga minyak mentah mencatatkan penurunan tahunan terdalam sejak 2020, di tengah meningkatnya pasokan global serta ketidakpastian geopolitik.Selain faktor energi, kinerja ekspor Malaysia turut menjadi sentimen negatif bagi pasar minyak sawit. Negara produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia itu mencatatkan penurunan ekspor sebesar 5 persen secara bulanan menjadi 1,2 juta ton pada Desember, berdasarkan data survei kargo dari AmSpec.