Anak Bau Badan Bukan karena Jorok, tapi Faktor Ini yang Memengaruhi! Foto: CGN089/ShutterstockAnak bau badan kerap dikaitkan dengan kebersihan yang kurang. Padahal, bau badan tidak selalu menandakan si kecil jorok atau kurang menjaga kebersihan.Ya Moms, bau badan pada anak bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari perubahan tubuh hingga kondisi tertentu yang bersifat alami.Dan salah satu penyebab bau badan adalah karena anak mulai memasuki masa pubertas. Kok bisa?Kenali Masa Pubertas Anak!Menurut dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, pubertas merupakan salah satu fase yang menjembatani antara masa anak menuju dewasa. Fase transisi ini ditandai dengan berbagai macam perubahan, baik itu secara fisik, biologis, maupun psikis."Pubertas itu ditandai dengan timbulnya tanda-tanda seks sekunder dan adanya pacu tumbuh," ujar dr. Reza kepada kumparanMOM.Pada anak perempuan, pubertas sudah mulai terjadi antara usia 8-13 tahun, dengan rata-rata di usia 10 tahun. Salah satu tanda pubertasnya adalah pertumbuhan payudara, diikuti dengan tumbuhnya rambut pubis (kemaluan), dan diakhiri dengan menstruasi.Selain tanda-tanda seks sekunder, dr. Reza juga menyebut terjadi fenomena pacu tumbuh atau growth spurt. Ya, growth spurt tidak hanya berlangsung ketika usia bayi saja, tetapi bisa terjadi juga di fase pubertas.Ilustrasi Anak Praremaja Sedang Pubertas. Foto: Shutterstock"Fase pubertas bisa terjadi percepatan atau growth spurt, di mana tinggi badan anak akan naik sekitar 9 cm per tahun, dengan total penambahan tinggi badan 25-30 cm," jelas dokter yang praktik di Brawijaya Hospitals Antasari itu.Bagaimana dengan anak laki-laki? Ternyata, periode pubertas pada anak laki-laki cenderung lebih terlambat, yakni di usia 9-14 tahun. Salah satu tanda awal pubertasnya adalah penambahan volume testis sekitar 4 ml, lalu disusul dengan pertumbuhan rambut kemaluan."Anak laki-laki juga mengalami growth spurt. Penambahan tinggi badan maksimal sekitar 10 cm per tahun, dan totalnya bisa sampai 20-30 cm," ucap dia."Lalu timbul jerawat, adanya jakun dan kumis itu menunjukkan pubertas sudah mendekati akhir. Dan terjadinya mimpi basah menunjukkan mulai aktifnya spermatogenesis," imbuh dr. Reza.Lantas, Mengapa Bisa Terjadi Kondisi Bau Badan?Ilustrasi bau badan pada anak. Foto: ShutterstockSelama fase pubertas, dr. Reza juga menyinggung adanya pertumbuhan dan peningkatan sekresi kelenjar minyak atau pun kelenjar keringat. Itulah yang membuat anak akan mulai timbul jerawat di sekitar muka dan juga bau badan."Pada masa pubertas, tubuh akan mengalami lonjakan hormon yang menyebabkan kelenjar keringat terutama kelenjar akan menjadi lebih aktif. Kelenjar ini ditemukan di area seperti ketiak atau selangkangan, di mana keringat yang dihasilkan bisa bercampur dengan bakteri yang akan menyebabkan bau badan," tutur dr. Reza.Selain itu, faktor emosional seperti stres, pola makan tidak teratur, dan kebersihan yang kurang terjaga dapat memperburuk keadaan tersebut."Pada masa ini, perubahan hormon yang menyebabkan bau badan seringkali berdampak pada kepercayaan diri terutama dalam situasi sosial. Rasa cemas dalam bau badan dapat mempengaruhi interaksi sosial dan menimbulkan stres tambahan," ungkap dr. Reza.Untuk mengurangi bau badan, Anda dapat mengingatkan anak agar mandi secara teratur menggunakan sabun, pakai deodoran, hingga pakailah pakaian yang nyaman dan bersih. Dan tidak kalah penting adalah memperhatikan makanan yang dikonsumsi, karena beberapa jenis makanan bisa memicu bau badan. Misalnya, bawang-bawangan, daging merah, makanan laut (seafood), hingga makanan berbumbu kuat.