Kendaraan melintas diantara tiang-tiang bekas pembangunan monorel yang mangkrak di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanGubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan akan membongkar tiang monorel yang lama mangkrak di beberapa wilayah Jakarta. Pembongkaran diupayakan tidak mengganggu lalu lintas.Pembongkaran tiang monorel akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Pramono mengatakan PT Adhi Karya yang merupakan kontraktor utama monorel, telah disurati untuk lakukan pembongkaran.Dikerjakan MalamKepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, pembongkaran dimulai pada Rabu pekan depan. Tahap awal, tiang monorel di Jalan Rasuna Said yang ditertibkan."Ada 98 [tiang] yang di sepanjang Rasuna Said. Kita mau nata yang di Rasuna Said dulu," kata Haru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1).Wujud tiang-tiang bekas pembangunan monorel yang mangkrak masih terlihat berdiri di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanHeru mengatakan, pembongkaran akan dilakukan oleh tim dari Dinas Bina Marga atau pasukan kuning. Dia memperkirakan setiap satu tiang akan memerlukan waktu satu hari."Kita awali besok... ya taruhlah kalau satu tiang satu hari, ya kamu hitung saja. [98 Hari?] Kira-kira seperti itu. Diawali oleh kita yang bongkar," tambah Heru.Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dilakukan pada malam hari.Dishub DKI Atur Arus LalinBesi tiang monorel bengkok di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanDinas Perhubungan DKI Jakarta akan melakukan pengalihan arus lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said.Jalur lambat akan dimanfaatkan untuk penempatan alat berat. Skema ini diterapkan agar arus lalu lintas tetap berjalan tanpa penutupan jalan.“Jadi kan lalu lintasnya kita akan lakukan semacam pengalihan arus. Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat,” kata Syafrin saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).“Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” lanjutnya.Syafrin menegaskan, dalam pelaksanaan pembongkaran tiang monorel tersebut tidak akan dilakukan penutupan jalan.Jalan Rasuna Said Ditata Ulang Usai Tiang Monorel DibongkarBesi tiang monorel bengkok di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanNantinya, Jalan Rasuna Said akan ditata ulang dan dibuat seragam seperti sisi baratnya setelah pencabutan usai.Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyebut penataan mencakup penghilangan pemisah jalur cepat dan lambat, perapihan badan jalan, hingga penataan trotoar.“Sama dengan sisi barat-nya. Rasuna Said sisi barat kan sudah selesai tuh, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel,” kata Heru.“Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” lanjutnya.Heru menjelaskan, setelah pembongkaran, pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan agar kondisi jalan menyatu seperti di sisi barat Rasuna Said. Ia menambahkan, bekas jalur monorel akan ditata ulang sehingga jumlah jalur menjadi lebih efisien.Dari sisi anggaran, Heru menyebut pembongkaran 98 tiang monorel menjadi satu paket dengan penataan jalan dan trotoar di Rasuna Said sepanjang 3,5 kilometer.Total anggaran sekitar Rp 100 miliar yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 [Miliar],” ungkapnya.