Salah satu titik banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (12/01/2026) Foto: Dok IstimewaBencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tercatat 4.610 KK menjadi korban bencana ini."Total warga terdampak sebanyak 4.610 KK atau 14.437 jiwa," ujar Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Ahmad Munaji kepada kumparan, Senin (12/1).Banjir dan longsor terjadi sejak Kudus diguyur hujan deras dan angin kencang pada Jumat (9/1). Kondisi itu membuat debit Sungai Gelis, Piji, dan Dawe meluap dan merendam ribuan rumah di Kecamatan Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Kaliwungu."Ketinggian air mencapai 20 hingga 60 cm," sebut dia.Sejumlah titik banjir sudah mulai surut pada Senin (12/1). Meski di beberapa titik masih ada yang terendam banjir."Terdapat penurunan ketinggian air dan sudah surut. Yang masih tergenang Desa Mejobo, Desa Jojo, Desa Golantepus dan Desa Temulus. Genangan masih terdapat di titik-titik terendah di dalam desa," jelas dia.Bencana Tanah LongsorSelain banjir, tanah longsor juga menimpa sejumlah titik di Kudus. Tanah longsor terjadi di Desa Japan, Kuwukan, Ternadi, Colo, Kajar, Kandangmas, Soco, Puyoh, Piji, Lau di Kecamatan Dawe."Jalan Japan batas Pati KM 1 longsor dan menjadikan jalan tidak bisa di lewati roda 4 dalam jangka waktu lama dan belum ditangani. Puluhan rumah rusak terkena material longsor," imbuh Munaji.Tak hanya di Kecamatan Dawe, longsor juga menimpa Desa Menawan, dan Desa Rahtawu di Kecamatan Gebog. Kemudian, longsor juga terjadi di Desa Gondangmanis Kecamatan Bae."Ada 36 titik longsor di Kecamatan Dawe, ada menimpa rumah warga dan ada yang menutup akses jalan warga. Penanganan daerah terdampak longsor Desa Japan dan Desa Rahtawu masih berjalan," kata Munaji.