Trump Klaim Iran Mau Akhiri Perang: Saya Bilang Terlambat, Kami Ingin Berperang

Wait 5 sec.

Pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington DC. Foto: Kenny Holston/The New York Times/HO via ReutersPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim, Iran menghubungi Gedung Putih untuk membahas kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri perang yang tengah berlangsung.AS bersama Israel menyerang Iran dalam operasi Epic Fury. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan orang tewas imbas serangan itu.“Mereka menelepon, mereka bertanya, ‘Bagaimana kita bisa membuat kesepakatan?’” kata Trump di Gedung Putih dikutip dari CNN, Jumat (6/3).Burung-burung terbang di tengah kepulan asap setelah serangan di ibu kota Iran, Teheran, Kamis (5/3/2026). Foto: Atta Kenare/AFPTrump menuturkan, permintaan tersebut datang ketika militer AS dan sekutunya terus melancarkan operasi militer terhadap Iran.“Saya bilang, kalian agak terlambat. Kami ingin berperang sekarang lebih dari mereka,” ujarnya.Namun Trump tidak menjelaskan siapa dari pihak Iran yang melakukan kontak tersebut ataupun apakah sudah ada proses negosiasi atau tidak.Intelijen Iran dikabarkan sempat mengirim pesan tidak langsung kepada AS mengenai kemungkinan membuka pembicaraan untuk mengakhiri perang. Meski begitu, pejabat AS mengatakan belum ada negosiasi resmi yang berjalan.Kendaraan militer Israel di jalan di sisi Israel dari perbatasan Israel-Lebanon, di tengah eskalasi antara Hizbullah yang didukung Iran dan Israel, dan di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Israel utara, Kamis (5/3/2026). Foto: Avi Ohayon/REUTERSIsrael Masuki Fase Baru Operasi MiliterDi tengah klaim tersebut, militer Israel menyatakan telah memasuki fase baru operasi militer terhadap Iran.Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir mengatakan, operasi militer yang dilakukan sejauh ini merupakan bagian dari kampanye besar.Menurut Zamir, Israel telah melancarkan sekitar 2.500 serangan menggunakan lebih dari 6.000 senjata terhadap berbagai target militer Iran.Ia mengeklaim serangan awal menghancurkan sekitar 80 persen sistem pertahanan udara Iran serta 60 persen peluncur rudal balistiknya.“Kami sekarang beralih ke fase selanjutnya dari operasi,” kata Zamir.Dalam fase tersebut, Israel berencana terus melemahkan kemampuan militer Iran.Operasi Diperluas ke LebanonZamir juga mengatakan, militer Israel akan memperluas operasi ke wilayah selatan Lebanon.Ia telah memerintahkan pasukan Israel memperdalam garis kendali di sepanjang perbatasan dan membangun posisi strategis di wilayah tersebut.Israel menegaskan, akan terus berupaya melucuti senjata kelompok Hezbollah.Menlu Iran Abbas Araghchi Foto: X/@araghchiIran Tegaskan Siap Hadapi Invasi ASSementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, negaranya siap menghadapi kemungkinan invasi darat oleh Amerika Serikat.“Kami yakin dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” kata Araghchi.Ia menyebut, Iran telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi konflik.“Ketika saya mengatakan kami menunggu mereka, itu bukan berarti kami menginginkan kelanjutan perang. Tetapi kami siap menghadapi skenario apa pun,” ujarnya.Araghchi menegaskan, Iran tidak meminta gencatan senjata maupun negosiasi dengan AS.Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan negosiasi sering diikuti serangan militer terhadap Iran.