Pemain Timnas Irak melakukan selebrasi usai mencetak gol saat melawan Timnas Tim Nasional Indonesia dalam laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOTimnas Irak terdampak besar dari situasi perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dari pelatih hingga pemain jadi kesulitan dalam persiapan untuk laga playoff antar-konfederasi Kualifikasi Piala Dunia.Irak dijadwalkan melakoni laga playoff antar-konfederasi melawan pemenang laga Bolivia vs Suriname di Monterrey, Meksiko, Selasa (31/3) mendatang. Namun, kini Irak harus berunding dengan FIFA dan AFC mengingat situasi perang yang kian memanas di Timur Tengah.Lewat keterangan resmi Federasi Irak, para pemain kini kesulitan untuk buat paspor ke luar negeri. Juga sang pelatih, Graham Arnold, terjebak di UEA (Uni Emirat Arab) sehingga belum bergabung ke pemusatan latihan."Sebab kini lalu lintas udara yang ditutup, membuat pelatih kami, Graham Arnold, tidak bisa meninggalkan Uni Emirat Arab. Dan juga karena beberapa kedutaan besar negara ditutup, pemain kami juga staff kami kesulitan untuk membuat paspor," tulis Irak.Pemain Timnas Indonesia bersalaman dengan pemain Timnas Irak sebelum bermain pada pertandingan Ronde Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (6/6/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanTimnas Irak pun sudah melaporkan kondisi mereka ke FIFA dan AFC. Kini, Irak serta FIFA dan AFC tengah berunding serius terkait jadwal laga playoff antar-konfederasi. "Mengingat situasi kami saat ini, Kami sudah melaporkan kondisi tim kami, sekarang kami sedang berkomunikasi dengan FIFA juga AFC tentang partisipasi kami di laga playoff antar-konfederasi," tutupnya.