Cika (11) bocah penjual air mineral di lampu merah Dago, Cika mengaku menjual air mineral agar bisa meringankan beban dan membantu orang tuanya mencari uang, Sabtu (7/3/2026). Foto: Abisatya/kumparanDeru kendaraan tak pernah benar-benar habis di Simpang Dago, Kota Bandung. Di sela antrean mobil dan sepeda motor yang menunggu lampu hijau, seorang bocah perempuan tampak berjalan menyusuri barisan kendaraan sambil membawa beberapa botol air mineral di tangannya. Namanya Cika, usianya baru 11 tahun. Dengan langkah kecil, Cika menawarkan air mineral kepada para pengendara. Sesekali ia berhenti, menyapa pengemudi dengan senyum sederhana, berharap ada yang membeli dagangannya.Cika masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar, tapi dia sudah cukup lama membantu ibunya berjualan di lampu merah tersebut. Biasanya Cika turun ke jalan saat libur sekolah. Namun selama bulan Ramadan, waktunya berjualan menjadi lebih panjang.“Sekarang aku kelas 5 SD, jualan udah lumayan lama. Biasanya jualan kalau libur sekolah, tapi pas puasa ini biasanya jualan dari jam 10 pagi sampai habis maghrib,” kata Cika saat ditemui, Sabtu (7/3).Cika (11) bocah penjual air mineral di lampu merah Dago, Cika mengaku menjual air mineral agar bisa meringankan beban dan membantu orang tuanya mencari uang, Sabtu (7/3/2026). Foto: Abisatya/kumparanAir mineral yang dijual Cika berasal dari sang ibu. Setiap hari, ibunya membeli satu dus air mineral yang kemudian dijual kembali oleh Cika seharga Rp 5 ribu per botol. Meski tidak selalu habis, terkadang dagangan itu bisa memberi penghasilan yang cukup bagi keluarganya.“Enggak selalu habis, tapi kalau lagi ramai bisa dapet Rp 100 sampai Rp 200 ribu,” ujarnya.Cika merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Kakaknya kini sudah duduk di bangku SMP. Sementara dua adiknya belum bersekolah. Cika bilang, ayahnya yang menjaga dua adiknya sembari menjaga sebuah warung kecil.“Aku anak kedua dari empat saudara. Kakak yang pertama cowok udah SMP, yang dua lagi masih kecil,” tuturnya.Cika dan keluarga tinggal di kawasan Sukajadi. Setiap hari, Cika berangkat bersama ibunya menggunakan sepeda motor menuju Simpang Dago. Sesampainya di sana, mereka berpisah tempat untuk berjualan di sisi jalan yang berbeda.Cika (11) bocah penjual air mineral di lampu merah Dago, Cika mengaku menjual air mineral agar bisa meringankan beban dan membantu orang tuanya mencari uang, Sabtu (7/3/2026). Foto: Abisatya/kumparanMeski harus menghabiskan waktu di tengah panas dan hiruk pikuk jalanan, Cika tetap menyimpan mimpi besar untuk masa depannya. Ia ingin menjadi dokter agar bisa membantu orang yang sakit, terutama keluarganya. Namun di sisi lain, ada juga mimpi sederhana yang tersimpan di benaknya.“Aku pengin jadi dokter atau penyanyi. Jadi dokter biar bisa bantu orang atau keluarga yang lagi sakit. Kalau penyanyi mah pengin aja,” ucapnya sambil tersenyum.Di tengah padatnya lalu lintas Simpang Dago, langkah kecil Cika mungkin tampak biasa bagi banyak orang. Namun di balik botol-botol air mineral yang ia tawarkan, tersimpan harapan besar seorang anak yang ingin membantu keluarganya, tanpa melepaskan mimpi tentang masa depan.