Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOKementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan Iran masih menjadi anggota organisasi Developing Eight (D-8). Indonesia adalah ketua D-8 dan akan menggelar KTT pada April mendatang.“Keanggotaan Iran, as far as I am concerned, masih,” kata juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat pada Jumat (6/3).Ia mengatakan, Indonesia selaku Ketua D-8 terus memantau perkembangan situasi di lapangan terkait konflik yang melibatkan Iran. Meski demikian, hingga kini seluruh persiapan KTT tetap berjalan sesuai rencana.“Kita terus mengikuti perkembangan di lapangan secara saksama dan sebagai Ketua D-8, kita juga terus menekankan pentingnya de-eskalasi dan berbagai pihak untuk terus menahan diri,” kata Yvonne.Ia menambahkan, Indonesia saat ini masih melakukan berbagai persiapan yang diperlukan untuk penyelenggaraan KTT D-8 pada April. Pemerintah juga terus berkomunikasi dengan seluruh negara anggota, khususnya terkait kondisi keamanan yang berkembang.“Khusus terkait KTT D-8 yang dijadwalkan pada April, semua persiapan terus berjalan dan hingga saat ini Indonesia tetap melakukan berbagai persiapan yang diperlukan, serta terus berkomunikasi secara erat dengan seluruh anggota D-8,” ujarnya.Apa Itu D-8?D-8 adalah organisasi internasional yang dibentuk pada 1997 dan melibatkan negara-negara berkembang dengan mayoritas berpenduduk muslim, dengan fokus utama di bidang ekonomi. Anggotanya meliputi Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.Menurut Portal Kemlu, organisasi ini mewakili sekitar 1,3 miliar penduduk dunia, memiliki total Produk Domestik Bruto kolektif sekitar USD 5,1 triliun, serta mencatat perdagangan intra-D-8 sebesar kurang lebih USD 157 miliar.Indonesia akan menyelenggarakan KTT D-8 pada 15 April 2026 di Jakarta dengan mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”. Tema tersebut menegaskan fokus Indonesia pada adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusivitas, dan ketahanan.