Jubir Kemlu Yvonne Mewengkang (kiri), Dirjen ASPASAF Santo Darmosumarto (tengah), dan Plt Direktur PWNI Heni Hamidah dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakpus, Jumat (6/3). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparanDua kapal tanker minyak milik PT Pertamina (Persero) masih terdampar di Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus melakukan upaya diplomasi dengan Iran."Dapat disampaikan bahwa hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI Teheran. Karena memang conversation-nya harus dilakukan dengan pihak Iran," kata Dirjen Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF) Kemlu, Santo Danosumarto, dalam press briefing di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Jumat (6/3).Santo mengatakan upaya diplomasi dilakukan dengan banyak pihak di Iran, utamanya untuk memastikan dua kapal tanker minyak Pertamina diberikan perlindungan dan dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman."Tapi memang kondisinya secara umum memang masih belum kondusif di sana. Tapi terus kita upayakan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah Iran," ujarnya.Santo juga mengakui eskalasi di Timur Tengah berdampak pada sektor ekonomi. Apalagi, Timur Tengah merupakan mitra dagang Indonesia yang cukup besar."Dan oleh karena itu, selain membahas mengenai, selain berkoordinasi terkait dengan upaya perlindungan warga negara Indonesia, juga sudah mulai dilakukan koordinasi pembahasan dengan pihak-pihak terkait mengenai dampak dari kondisi yang ada di kawasan Timur Tengah ini terhadap ekonomi Indonesia dan ekonomi di kawasan," pungkasnya.Sebelumnya, Pertamina menyatakan terus memantau ketat nasib awak kapal dan aset yang terdampar di Selat Hormuz. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan presentase pengiriman minyak mentah Pertamina dari Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz sebanyak 19 persen dari total impor perusahaan.Terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan akan bernegosiasi terkait dua kapal Pertamina yang terdampar di Selat Hormuz. Sebab, dua kapal itu tersendat pelayarannya akibat penutupan Selat Hormuz dan tengah besandar sementara."Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman. Sambil kita melakukan negosiasi, komunikasi yang lebih baik agar kita cari solusinya," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3).Reporter: Amira Nada