JK: Ide Board of Peace Bagus, tapi Harus Dilihat Bagaimana Praktiknya

Wait 5 sec.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla di kediamannya di Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/3). Foto: Zamachsyari/kumparanWakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menilai gagasan bergabungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) merupakan ide yang baik karena bertujuan mendorong perdamaian untuk Palestina.Namun, menurutnya, yang juga penting adalah bagaimana implementasi kebijakan tersebut dalam praktik.“Sebenarnya ide BoP itu ide yang bagus. Apa pun upaya kita untuk perdamaian selalu baik. Cuma kita harus melihat praktiknya bagaimana,” kata JK di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3).JK menilai upaya perdamaian harus konsisten dengan tujuan awal pembentukannya. Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak justru bertentangan dengan semangat perdamaian yang ingin diwujudkan.Hal itu disampaikannya menyusul konflik Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.“Jangan kita baru bikin BoP tapi baru satu minggu sudah menyerang, berperang dengan negara lain. Jadi makna BoP itu menjadi bertentangan dengan niatnya,” ujarnya.Karena itu, pelaksanaan BoP harus benar-benar sesuai dengan tujuan awal yang diusung.“Jadi kita penting apabila menjalankan misinya sesuai dengan awalnya. Tapi kenyataannya tidak kan. Jadi memang perlu koreksi tentang BoP itu,” lanjutnya.JK juga mengatakan perlu melihat terlebih dahulu perkembangan Indonesia yang bergabung dalam BoP beberapa bulan ke depan.“Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan dalam beberapa bulan akan datang. Kalau BoP itu bisa membuat kedamaian di Palestina contohnya, oke kita dukung. Kalau sebenarnya punya kemungkinan karena ada tujuh negara Islam yang tentunya ingin begitu,” kata dia.“Cuma ini ada hak veto dari Trump. Jadi jangan hanya menjadi lambang atau pengikut dari Trump aja. Jadi kita lihat buktinya seperti ini,” lanjutnya.Menurut JK, ukuran utama keberhasilan BoP adalah sejauh mana organisasi tersebut mampu mendorong perdamaian, terutama terkait konflik Palestina.“Ternyata bicara perdamaian, yang terjadi perang. Ya jadi ujian yang terakhir ialah cara mendamaikannya Palestina dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel ya buat apa,” kata JK.