Populer: Bahlil Mulai Impor Minyak AS; China Stop Ekspor Solar-BBM

Wait 5 sec.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTOMenteri ESDM Bahlil Lahadalia bicar soal rencana impor minyak mentah dari AS menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (5/3). Selain itu, kebijakan China menyetop ekspor solar dan BBM. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Bahlil Mulai Eksekusi Impor Minyak Mentah dari AS Secara BertahapMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah memulai impor minyak mentah (crude) dari Amerika Serikat (AS) secara bertahap. Langkah ini diambil menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang sebelumnya menjadi jalur pasokan untuk sekitar 25 persen kebutuhan minyak mentah Indonesia dari Timur Tengah. Bahlil menekankan bahwa impor dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan daya simpan nasional saat ini.Kebijakan impor dari AS ini juga terkait dengan kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan AS, di mana Indonesia berkomitmen membeli minyak mentah, BBM, dan LPG senilai USD 15 miliar. Di tengah lonjakan harga minyak dan gas bumi internasional akibat ketegangan antara AS-Israel dan Iran, negosiasi harga menjadi krusial untuk mendapatkan kesepakatan paling ekonomis. Untuk mendukung ketahanan energi, pemerintah juga akan membangun tambahan penyimpanan (storage) minyak mentah, dengan target meningkatkan cadangan energi nasional dari 21-25 hari menjadi 90 hari atau 3 bulan.Bahlil juga mencatat bahwa meskipun Selat Hormuz dilewati oleh 20,1 juta barel minyak per hari, pasokan global tetap dapat dipenuhi dari berbagai produsen di luar Timur Tengah, seperti Afrika, Angola, Brasil, dan Malaysia. Singapura, yang juga mengimpor produk BBM ke Indonesia, diyakini telah menyiapkan strategi diversifikasi sumber pasokan minyak mentahnya untuk menjaga keandalan distribusi.China Stop Ekspor Solar dan BBM Imbas Perang AS-Israel dengan IranIlustrasi Bendera China. Foto: Shutter Stock China telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan ekspor solar dan BBM sebagai respons terhadap tersendatnya jalur distribusi akibat penutupan Selat Hormuz, yang dipicu oleh konflik antara AS-Israel dengan Iran. National Development and Reform Commission (NDRC), lembaga perencana ekonomi tertinggi di China, telah meminta perusahaan kilang untuk segera menghentikan penandatanganan kontrak baru dan menegosiasikan pembatalan pengiriman yang sudah disepakati. Pengecualian diberikan untuk bahan bakar jet di gudang berikat serta pasokan ke Hong Kong dan Makau.Meskipun memiliki industri pengolahan minyak yang sangat besar, sebagian besar produksi China digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Negara ini merupakan eksportir bahan bakar laut ketiga terbesar di Asia, setelah Korea Selatan dan Singapura. Namun, krisis pasokan dari Teluk Persia telah memicu langkah serupa dari negara-negara lain, di mana beberapa kilang di Jepang, Indonesia, dan India telah memangkas tingkat operasi dan membatasi ekspor.Kebijakan pembatasan ekspor oleh China ini mengindikasikan prioritas kebutuhan energi domestik di tengah memburuknya krisis global. Langkah tersebut mencerminkan upaya negara-negara pengimpor energi untuk mengamankan pasokan internal mereka, sebuah tren yang muncul seiring dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik di wilayah penghasil minyak utama.