Krisis Student Loan AS: Saat Pendidikan Jadi Beban Seumur Hidup

Wait 5 sec.

Ilustrasi ajukan pinjaman pendidikan Foto: ShutterstockPendidikan tinggi seharusnya menjadi jalan mobilitas sosial. Namun di Amerika Serikat, kuliah justru sering berubah menjadi sumber tekanan finansial jangka panjang. Sistem student loan atau pinjaman mahasiswa yang awalnya dirancang untuk membantu akses pendidikan, kini berkembang menjadi krisis utang nasional.Student loan adalah pinjaman yang diberikan kepada mahasiswa untuk membayar biaya kuliah, buku, hingga kebutuhan hidup selama studi. Pinjaman ini harus dibayar kembali setelah lulus, biasanya disertai bunga. Secara teori, sistem ini memungkinkan siapa pun kuliah meskipun tidak memiliki biaya di awal. Namun dalam praktiknya, beban cicilan dan bunga sering kali sangat berat.Data menunjukkan masalah ini tidak kecil. Menurut Federal Reserve (2024), total utang pinjaman mahasiswa di Amerika Serikat telah mencapai sekitar 1,7 triliun dolar AS. Angka ini menjadikan student loan sebagai salah satu jenis utang terbesar rumah tangga di AS setelah kredit rumah. Lebih dari 43 juta warga Amerika tercatat memiliki utang pendidikan. Artinya, hampir satu dari lima orang dewasa di AS membawa beban cicilan kuliah.Masalahnya bukan hanya besarannya, tetapi dampaknya. Banyak lulusan muda harus menunda membeli rumah, menikah, bahkan memiliki anak karena harus membayar cicilan pinjaman selama puluhan tahun. Pew Research Center juga mencatat bahwa sebagian besar peminjam merasa pendidikan mereka tidak sepenuhnya sebanding dengan utang yang harus dibayar. Ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara biaya pendidikan dan hasil ekonomi yang diperoleh.Salah satu penyebab utama adalah kenaikan biaya kuliah yang sangat tinggi. Data College Board menunjukkan bahwa biaya kuliah di universitas negeri AS telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa dekade terakhir jika dihitung secara riil. Ketika biaya terus naik, mahasiswa tidak punya pilihan selain meminjam lebih banyak.Selain itu, sistem bunga dan struktur pembayaran juga memperparah keadaan. Banyak peminjam membayar selama bertahun-tahun tetapi jumlah pokok utangnya tidak berkurang signifikan karena bunga yang terus berjalan. Dalam beberapa kasus, orang yang awalnya meminjam 30.000 dolar bisa berakhir membayar hampir dua kali lipatnya.Pemerintah AS sebenarnya pernah mencoba melakukan reformasi, termasuk rencana penghapusan sebagian utang pada 2022–2023. Namun Mahkamah Agung AS membatalkan program penghapusan utang besar-besaran tersebut pada tahun 2023. Akibatnya, jutaan peminjam kembali menghadapi kewajiban pembayaran penuh setelah masa jeda selama pandemi COVID-19 berakhir.Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, situasi ini terlihat kontras. Di Jerman, misalnya, banyak universitas negeri tidak memungut biaya kuliah atau hanya biaya administratif yang sangat kecil. Negara-negara Nordik seperti Norwegia juga menyediakan pendidikan tinggi yang sebagian besar dibiayai negara. Model ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat dipandang sebagai investasi publik, bukan beban individu semata.Menurut saya, inti masalahnya adalah perubahan cara pandang terhadap pendidikan. Di Amerika Serikat, pendidikan tinggi semakin diperlakukan sebagai komoditas pasar. Universitas menaikkan biaya, mahasiswa meminjam uang, dan lembaga keuangan memperoleh keuntungan dari bunga. Dalam sistem seperti ini, risiko terbesar justru ditanggung oleh mahasiswa.Solusinya tentu tidak sederhana. Pemerintah AS perlu mengendalikan kenaikan biaya kuliah dan memperluas bantuan berbasis hibah, bukan pinjaman. Transparansi biaya dan reformasi sistem bunga juga penting agar peminjam tidak terjebak dalam lingkaran utang jangka panjang. Di sisi lain, masyarakat juga perlu lebih kritis dalam memilih institusi dan jurusan dengan mempertimbangkan prospek kerja secara realistis.Krisis student loan di Amerika Serikat adalah pelajaran penting bagi negara lain. Pendidikan memang membutuhkan biaya, tetapi ketika akses pendidikan menciptakan beban finansial seumur hidup, maka ada yang salah dalam sistemnya. Pendidikan seharusnya membuka masa depan, bukan mengurung generasi muda dalam utang.SUMBER:Federal Reserve Bank of New York. (2024). Quarterly Report on Household Debt and Credit.https://www.newyorkfed.org/microeconomics/hhdcPew Research Center. (2023). Facts about student loans.https://www.pewresearch.org/short-reads/2023/06/15/facts-about-student-loans/College Board. (2023). Trends in College Pricing and Student Aid.https://research.collegeboard.org/trends/college-pricingSupreme Court of the United States. (2023). Biden v. Nebraska decision on student debt relief.https://www.supremecourt.gov/opinions/22pdf/22-506_nmip.pdf