Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, berpidato di hadapan para hadirin setelah upacara pengambilan sumpah jabatan di parlemen di Teheran, pada 30 Juli 2024. Foto: AFPPresiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangganya yang terkena serangan dari negaranya, Sabtu (7/3).Iran meluncurkan serangan ke Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Yordania, dan Bahrain untuk membalas operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat ke negaranya. Serangan Iran ke negara-negara tersebut menargetkan pangkalan militer AS di sana.Sepekan setelah perang pecah, Pezeshkian menyebut negara-negara tetangga tidak akan menjadi target, kecuali mereka memulai serangan lebih dulu.“Saya harus meminta maaf atas nama pribadi dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang Iran,” kata Pezeshkian seperti dikutip dari AFP.“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sudah sepakat tidak akan lagi menyerang negara tetangga,” sambung dia.Pezeshkian kemudian menegaskan Iran tidak akan menyerah kepada Israel dan AS, kendati ada tekanan dari kedua negara yang menyerangnya itu.“Musuh Iran harus membawa keinginan itu ke liang kubur untuk melihat rakyat Iran menyerah tanpa syarat,” tegas dia.