Pasukan pertahanan sipil berupaya memadamkan kobaran api yang meletus setelah pemboman Israel terhadap ladang tenaga surya dan fasilitas pembangkit listrik di kota pesisir selatan Lebanon, Tyre, pada 4 Maret 2026. Foto: KAWNAT HAJU/AFPIsrael melancarkan operasi pasukan khusus di Nabi Sheet, Lebanon, pada Sabtu (7/3). Operasi ini dilancarkan untuk menemukan jenazah dari Ron Arad, seorang pilot Israel yang pesawatnya ditembak jatuh pada 1986, saat melakukan misi pengeboman di Maghdouche, Lebanon Selatan. Arad diduga ditawan oleh Mustafa Dirani, kepala keamanan Amal, salah satu sayap politik Hizbullah. Awalnya, Amal terus memberikan update kondisi terkini Arad. Tapi, sejak 1988 tak ada lagi kabarnya.Dilansir AFP, operasi pasukan khusus Israel ini gagal mencapai targetnya: mengambil pulang jenazah Arad.Sebuah ambulans terparkir di dekat kobaran api yang meluas setelah pemboman Israel terhadap ladang tenaga surya dan fasilitas pembangkit listrik di kota pesisir selatan Lebanon, Tyre, pada 4 Maret 2026. Foto: KAWNAT HAJU/AFP"Tidak ada penemuan yang berkaitan dengan Arad, tapi tapi tidak ada korban di pihak IDF, baik luka atau tewas," kata militer Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sendiri mengakui kegagalan ini. Namun, ia tetap menyebut bahwa mengevakuasi semua sisa-sisa personel militer Israel di mana pun berada, adalah sebuah keputusan yang absolut dan permanen. Menyamar Pakai Seragam Tentara LebanonOperasi ini disaksikan warga setempat. Lalu, seorang petinggi militer Lebanon, Rodolphe Haykal menyebut, bahwa pasukan Israel mengenakan seragam militer Lebanon dan menggunakan kendaraan militer dan ambulans yang sama dengan yang dipakai Hizbullah. Sementara warga setempat menceritakan, bahwa ada ledakan dan serangan udara selama operasi itu berlangsung. "Ada ledakan, seperti di film-film," kata seorang warga Nabi Sheet, Mohammed Musa (55) kepada AFP. "Belakangan kami baru tahu ada operasi Pasukan Komando yang sedang berlangsung," katanya. Musa juga menyebut, saat tengah menjalankan misi, pasukan ini mendapat perlawanan oleh milisi Hizbullah. "Lalu terjadilah perlawanan terhadap tentara Israel," ucapnya.