Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan Foto: KARIM JAAFAR/AFPMenlu Turki Hakan Fidan mengingatkan para pihak yang sedang bertikai untuk tidak memancing perang sipil di Iran. Sebab, langkah ini akan jadi sebuah kesalahan bersejarah. "Kami menolak segala skenario yang bertujuan memicu perang sipil di Iran, apakah itu dimulai dari penyebab etnis atau religius," kata Fidan, dilansir AFP, Minggu (8/3). "Ini skenario yang sangat berbahaya," ucap Fidan. Komentar Fidan mengacu pada sejumlah laporan yang menyebut, bahwa Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan mempersenjatai gerilyawan Kurdi, untuk menginfiltrasi Iran. Presiden Donald Trump juga nampaknya mendukung rencana ini. Fidan lalu membahas persoalan ini ke Menlu AS Marco Rubio, yang sejauh ini membantah adanya rencana itu. "Mereka bilang, katanya mereka tidak terlibat atau tak punya intensi itu," kata Fidan, usai keduanya bertemu pada Rabu pekan ini. "(Rubio) mengatakan, itu strategi Israel untuk menggunakan Kelompok Kurdi sebagai proksi," ucapnya. Anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi mengantre untuk menyelesaikan status mereka dengan pemerintah Suriah di Raqqa, Suriah, 27 Januari 2026. Foto: REUTERS/Karam al-MasriTurki memang cenderung melawan rencana ini. Sebab, mereka sudah berdekade lamanya bertempur melawan kelompok Kurdistan yang ada di negaranya. Kelompok ini tergabung dalam milisi PKK, yang belakangan ini tengah mencari cara mengakhiri konflik. "Secara terbuka, kita mengingatkan siapa pun bahwa kita menolak rencana ini. Ini tak hanya membawa lebih banyak penderitaan ke rakyat sipil Iran, tapi juga membuat jutaan warga mengungsi ke negara tetangga, dan lebih banyak lagi," ucap Fidan."Kami harap, para pemimpin Kurdi di daerah itu tidak membuat kesalahan memanggul tanggung jawab atau kesalahan yang bersejarah ini. Sebab, kesalahan macam itu tak bisa diperbaiki," katanya. Ia lalu menyinggung apa yang terjadi pada Irak dan Suriah. Perang sipil hanya membawa kekacauan dan ketidakstabilan. "Krisis internal apa pun akan punya efek berantai, yang menyebar secara regional. Itulah mengapa, kami berupaya mencegahnya," tegas Fidan.