Emiten Ritel Otomotif (MPMX) Catat Laba Rp 1,36 T pada 2025

Wait 5 sec.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Foto: MPMXEmiten konsumer otomotif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), mencatat laba bruto Rp 1,36 triliun sepanjang 2025. Angka ini naik tipis 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,33 triliun.Meski demikian, pendapatan neto perseroan Rp 16,15 triliun atau turun 1,4 persen selama 2025. Berdasarkan keterbukaan informasi, Rabu (1/4), perseroan menilai tahun 2025 sangat dinamis dan menantang secara operasional, dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian tahun 2024. Selain itu, dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik.“Kondisi tersebut tercermin pada melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang terkait dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen. Namun demikian, tekanan di tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat," ujar Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati.Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia membukukan pendapatan sebesar Rp 15,2 triliun melemah 2 persen yoy. Segmen distribusi mencatat penjualan sebesar 699 ribu unit, sementara pendapatan dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang meningkat sebesar 3,5 persen yoy. Penyesuaian kinerja ini seiring dengan moderasi permintaan kendaraan roda dua di pasar domestik.Bisnis ritel melalui MPMotor berhasil menjual 187 ribu unit, sementara pendapatan ritel dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang dan layanan perbaikan meningkat sebesar 24 persen yoy.Segmen bisnis asuransi MPMInsurance mempertahankan momentum pemulihan dengan mencatat pendapatan sebesar Rp 927,8 miliar, atau naik 1,6 persen yoy, didorong oleh kinerja produk rekayasa (engineering) dan properti, meskipun terjadi pelemahan di kendaraan bermotor, dan beban klaim meningkat sebesar 1 persen yoy.Selain kinerja jasa asuransi, perseroan juga membukukan pertumbuhan hasil investasi pada instrumen ekuitas, obligasi, dan reksa dana yang menghasilkan pengembalian hasil investasi yang lebih baik dengan peningkatan 45 persen yoy. Dengan demikian, MPMInsurance berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 69,7 persen yoy.Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mempertahankan jumlah armada yang stabil di kisaran 15.000 unit dengan tingkat utilisasi 92 persen yang sebagian besar berasal dari mobil penumpang dengan klien dari sektor layanan keuangan, perdagangan, dan distribusi.Penjualan mobil bekas melalui Auksi meningkat sebesar 6 persen yoy menjadi 4.000 unit yang sebagian besar disumbang oleh kendaraan niaga. Dalam rencana pengembangan bisnis, perusahaan akan mengintegrasikan hingga 10 kantor cabang MPMRent sebagai cabang Auksi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas cakupan operasional, meningkatkan volume unit yang dilelang (consignments), memperluas partisipasi peserta lelang (buyers), serta memberikan layanan yang lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan klien.Segmen jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia, masih berfokus pada pengendalian risiko, pemulihan, serta efisiensi operasional. Kerugian bersih dari kegiatan operasional menunjukkan pelemahan sebesar 53 persen menjadi sebesar Rp 437 miliar.Pada tahun 2025, perseroan telah membagikan dividen Rp 120 per saham. Perseroan juga memastikan ke pemegang saham berupa pembagian dividen secara konsisten dalam jangka panjang.