Baim Wong Bawa Kisah Kehilangan dan Masa Sulit di Film Semua Akan Baik-Baik Saja

Wait 5 sec.

Baim Wong saat acara media junket peluncuran teaser dan poster film Semua Akan Baik-Baik Saja di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanBaim Wong kembali menggarap film layar lebar lewat rumah produksi miliknya, Tiger Wong Entertainment. Film terbarunya berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja dan menjadi karya ketiga yang ia sutradarai.Berbeda dari proyek sebelumnya, kali ini Baim mengusung genre drama keluarga. Sebelumnya, ia lebih dikenal lewat film horor seperti Lembayung dan Sukma.Lewat genre ini, Baim menuangkan sejumlah pengalaman pribadinya ke dalam cerita. Salah satunya adalah kehilangan kedua orang tuanya, hingga pengalaman saat dirinya pernah kabur dari rumah.Ia menghadirkan memori yang masih ia ingat semasa ibunya hidup ke dalam beberapa adegan di film tersebut.“Ini adalah cerita keluarga yang kadang saya alami sendiri. Mama saya sudah tidak ada, di film ini ada adegan ibu menyuapi anaknya, ibu pakai mukena, saya tiduran di pahanya,” ujar Baim Wong saat media junket peluncuran poster dan teaser Semua Akan Baik-Baik Saja di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/3).Baim Wong saat acara media junket peluncuran teaser dan poster film Semua Akan Baik-Baik Saja di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanTak hanya itu, Baim juga memasukkan memori saat kehilangan sang ayah, Johnny Wong. Ia mengingat pengalaman memandikan jenazah ayahnya untuk pertama kali yang turut dihadirkan dalam film sebagai salah satu adegan emosional.“Ketika papa saya meninggal, saya pertama kali memandikan jenazah papa saya, di sini ada adegannya juga,” tambahnya.Selain soal kehilangan, Baim juga mengangkat masa sulit dalam hidupnya, terutama saat mengalami kesulitan finansial pada 2018.Ia mengenang momen ketika dirinya kesulitan membayar kontrakan hingga hampir menjual aset pribadi demi bertahan hidup.“Saya sempat hampir menjual mobil karena tidak bisa bayar kontrakan. Tahun 2018 saya keluar dari SinemArt, saya benar-benar kesulitan secara finansial,” ujarnya.Menurutnya, pengalaman-pengalaman tersebut diangkat untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Meski begitu, ia menegaskan bahwa film ini tidak sepenuhnya diangkat dari kisah nyata dan tetap merupakan karya fiksi.“Ini kehidupan sehari-hari yang saya lihat dari kalangan menengah ke bawah, yang ingin saya buat relate dengan banyak orang. Kadang kita nggak bisa bayar sekolah, kontrakan, sampai kepikiran jual rumah,” jelasnya.Lewat film ini, Baim ingin menyuguhkan cerita hangat dan emosional tentang dinamika keluarga. Konflik pada film ini bermula ketika Ibu Wida (Christine Hakim) yang tengah sakit dan lelah bekerja ingin menjual rumahnya.Namun, menantunya, Ilham (Teuku Rifnu Wikana), justru menjadi penghambat karena ingin menguasai sertifikat rumah tersebut. Cerita ini menyoroti perjuangan keluarga dalam menghadapi konflik, keterbatasan, serta upaya untuk tetap saling memahami.Film Semua Akan Baik-Baik Saja dijadwalkan tayang di bioskop pada 13 Mei 2026.