52 Ribu Warga Karawang Idap Diabetes, Mayoritas Perempuan Usia Produktif

Wait 5 sec.

Ilustrasi diabetes. Foto: ShutterstockSebanyak 52.100 warga Karawang, Jawa Barat, mengidap penyakit diabetes melitus sepanjang tahun 2025. Tingginya prevalensi penyakit ini diakibatkan oleh gaya hidup yang kurang baik.Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang mencatat, dari total 52.100 pengidap, sebagian besar dialami oleh perempuan dengan rata-rata usia produktif. Rinciannya, penderita perempuan sebanyak 32.506 orang, sementara laki-laki sebanyak 19.594 orang."Jika dilihat dari kelompok usia, kasus terbanyak berada pada rentang usia 20 hingga 54 tahun dengan total 25.713 kasus. Sementara pada usia di atas 55 tahun tercatat sebanyak 22.938 kasus," papar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, Rabu (1/4).Pada kelompok usia remaja 15 hingga 19 tahun, lanjut dia, ditemukan sebanyak 3.445 kasus. Bahkan, kasus tersebut juga ditemukan pada anak di bawah usia 15 tahun meskipun relatif kecil, yakni sebanyak 4 kasus."Kondisi ini menandakan bahwa diabetes melitus tidak lagi identik dengan penyakit orang tua, melainkan telah merambah usia muda," jelasnya.Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu. Foto: kumparanIa menjelaskan, secara umum penyakit diabetes melitus terbagi menjadi dua jenis utama, yakni tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak akibat gangguan autoimun yang menyebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin.Sementara itu, tipe 2 lebih banyak dialami orang dewasa dan berkaitan erat dengan pola hidup tidak sehat.Adapun beberapa faktor yang memicu meningkatnya kasus diabetes, antara lain konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta pengelolaan stres yang kurang baik."Namun, faktor keturunan juga dapat berpengaruh meskipun persentasenya relatif kecil," katanya.Pihaknya pun terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG) yang tersedia di puskesmas maupun layanan kesehatan lainnya sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit."Jangan takut periksa, karena semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya," pungkasnya.