Golkar Dorong Negara Jamin Masa Depan Anak 3 Prajurit RI yang Gugur di Lebanon

Wait 5 sec.

Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparanWakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas peacekeeping forces di bawah bendera PBB yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Para putra terbaik bangsa itu gugur akibat serangan yang dilakukan Israel di Lebanon.Doli menegaskan peristiwa tersebut bukan hanya kehilangan bagi institusi TNI, tetapi juga bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama anak-anak para prajurit. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran negara dalam memberikan perlindungan dan jaminan bagi keluarga korban."Negara harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para almarhum yang gugur dalam tugas. Selain itu, pemerintah harus menjamin masa depan anak-anak korban—terkhusus pendidikannya," kata Doli, Rabu (1/4).Doli juga menyampaikan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Pertama, bangsa Indonesia harus bersatu dan mendukung pemerintah untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa.Apalagi, Doli mengatakan pelanggaran yang dilakukan Israel bukan yang pertama kali terjadi."Israel bukan kali pertama melakukan pelanggaran, melainkan berulang kali dan selama itu dunia diam. Data menyebutkan, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 8.300 serangan dilakukan Israel ke Palestina," ucapnya.Prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL yang gugur di Lebanon. Foto: X/@tni_ad"Pelanggaran utama mencakup genosida, pendudukan ilegal, pembangunan pemukiman ilegal, serangan terhadap warga sipil/rumah sakit, dan penggunaan kekuatan berlebihan," tambahnya.Dia mengatakan melihat semua pelanggaran yang dilakukan Israel, Indonesia harus bertindak tegas."Kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita," tutur Wakil Ketua Baleg DPR RI itu.Doli juga mendorong pemerintah untuk berpikir ulang terkait keberadaan Indonesia di Board of Peace (BoP). Ia menilai serangan terhadap prajurit TNI merupakan bentuk “pengangkangan nyata” terhadap nilai perdamaian."Serangan Israel ke prajurit TNI merupakan bentuk 'pengangkangan nyata' terhadap kata 'Perdamaian' yang menjadi value dalam BoP. Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut, berbicara tentang Perdamaian, namun di saat yang sama mereka melakukan genosida, dan terus melakukan kampanye kekerasan kemana-mana," kata Doli.Sebagai anggota DPR, Doli juga mengajak institusi DPR untuk serius mendorong pemerintah mengambil langkah yang lebih tegas serta terus berkoordinasi dengan PBB dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah dan kawasan lainnya.Dia mengingatkan bahwa krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga telah menelan korban jiwa, termasuk prajurit TNI."Krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mengakibatkan korban jiwa di TNI," tutup Doli.