Wall Street Ditutup Bervariasi, Kabar Redanya Perang Iran Tenangkan Pasar

Wait 5 sec.

Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockBursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (2/4). Dua indeks utama cenderung menguat tipis setelah sempat memangkas pelemahan yang lebih dalam.Mengutip Reuters, pada penutupan perdagangan pukul 16.06 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen ke 46.504,67. Sementara itu, S&P 500 naik 0,11 persen menjadi 6.582,69, dan Nasdaq Composite menguat 0,18 persen ke 21.879,18.Pergerakan ini terjadi seiring munculnya sinyal diplomatik dari Timur Tengah yang membantu menenangkan pasar, yang sebelumnya terguncang oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap Iran menjelang libur panjang.Sentimen investor membaik pada sesi sore setelah Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tengah menyusun protokol bersama Oman untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz.Di sisi lain, Inggris menyebut puluhan negara sedang membahas upaya untuk mengakhiri krisis, sehingga meredakan kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap aliran minyak global.Ketiga indeks utama tersebut mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam empat bulan dan menjadi pekan pertama penguatan setelah enam pekan sebelumnya melemah. Sebelumnya, pasar dibuka lebih rendah akibat kenaikan harga minyak, setelah Trump memberi sinyal kemungkinan serangan yang lebih agresif menjelang libur Good Friday, saat pasar akan tutup.Sebuah kapal angkatan laut terlihat berlayar di Selat Hormuz, pada 1 Maret 2026. Foto: Sahar AL ATTAR / AFPHarga minyak mentah melonjak tajam, dengan minyak mentah AS naik 11 persen ke sekitar USD 111 per barel, sementara minyak acuan global Brent naik sekitar 7 persen mendekati USD 108 per barel. Namun, kontrak harga minyak untuk Oktober diperdagangkan di kisaran USD 82 per barel, mengindikasikan pasar memperkirakan gangguan ini bersifat sementara.“Pasar saham saat ini belum memiliki keyakinan kuat ke arah mana akan bergerak, tetapi harga minyak untuk Oktober menunjukkan bahwa pasar memperkirakan krisis ini kemungkinan akan berakhir sebelum musim gugur,” ujar analis pasar di Baird, Michael Antonelli.Indeks volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan pasar, turun ke level 23,87. Secara mingguan, S&P 500 naik 3,36 persen, Nasdaq menguat 4,44 persen, dan Dow Jones naik 2,96 persen. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 naik 3,19 persen.Penguatan pasar mencerminkan sikap hati-hati investor, yang cenderung memilih sektor saham yang lebih tahan terhadap tekanan ekonomi. Sektor utilitas, yang dikenal memiliki pendapatan dan dividen stabil, naik 0,6 persen. Sektor properti juga menguat 1,5 persen karena dianggap memberikan arus kas yang lebih stabil di tengah ketidakpastian.Sebaliknya, saham sektor konsumsi diskresioner turun 1,5 persen dan menjadi sektor dengan kinerja terburuk pada hari itu, dipimpin oleh penurunan saham Tesla sebesar 5,4 persen setelah laporan pengiriman kuartal pertamanya.Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockWall Street sebelumnya dibuka melemah tajam akibat perkembangan situasi Iran, berbalik dari pernyataan Trump sebelumnya yang menyebut AS akan 'keluar dari Iran dengan cepat'. Di sisi lain, kekhawatiran di pasar kredit swasta kembali mencuat setelah Blue Owl membatasi penarikan dana investor dari dua produk investasinya. Saham perusahaan tersebut termasuk yang paling aktif diperdagangkan pada sesi terakhir pekan ini.Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,75 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 17,82 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.Perkembangan terbaru terkait SpaceX milik Elon Musk juga menjadi perhatian, setelah perusahaan tersebut secara rahasia mengajukan penawaran umum perdana (IPO) di AS dan diperkirakan menargetkan valuasi sekitar USD 1,75 triliun.Data ketenagakerjaan nonfarm payroll AS yang akan dirilis pada Jumat menjadi fokus pasar, setelah klaim pengangguran mingguan menunjukkan penurunan pada pekan lalu. Namun, pasar saham AS akan tutup selama libur panjang.Di sisi lain, saham Globalstar melonjak setelah laporan menyebut Amazon tengah dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan satelit komunikasi orbit rendah tersebut.