Mobil Terjun ke Jurang 20 Meter di Pakpak Bharat, Pasutri Penumpangnya Hilang

Wait 5 sec.

Lokasi mobil terjun ke sungai setinggi 20 meter di Pakpak Bharat, Selasa (31/3/2026). Foto: Dok. Basarnas MedanSebuah mobil Toyota Innova terjun ke sungai sedalam 20 meter di Desa Tanjung Mulia, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, pada Selasa (31/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Tim SAR masih berupaya melakukan pencarian terhadap kedua penumpang mobil tersebut.Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali hingga terjun ke jurang sungai.“Kendaraan yang membawa dua orang penumpang diduga kehilangan kendali dan terjun ke jurang yang berada di sekitar aliran sungai. Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Basarnas untuk dilakukan operasi SAR,” kata Hery dalam keterangannya, Kamis (2/4).Identitas kedua penumpang tersebut adalah Rudi Simanjuntak (40) dan Risma Tumangger (39), yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) warga Kota Subulussalam, Aceh.Keberadaan mobil dengan nomor kepolisian BK 1213 SP juga masih dicari.“Kami telah mengerahkan Tim Rescue lengkap dengan peralatan SAR, termasuk drone thermal dan peralatan water rescue. Operasi ini dilakukan secara terpadu bersama unsur SAR gabungan dengan fokus utama pada keselamatan dan efektivitas pencarian. Namun, hingga akhir pencarian, tim belum menemukan keberadaan korban dan kami berharap korban dapat segera ditemukan,” jelas Hery.Lokasi mobil terjun ke sungai setinggi 20 meter di Pakpak Bharat, Selasa (31/3/2026). Foto: Dok. Basarnas MedanSementara itu, Komandan Regu Golf Basarnas Medan, Romy Erwin Putra, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan mobil maupun kedua korban tersebut.Ia menyebut derasnya aliran dan medan yang dilalui membuat pencarian terkendala.“Sampai saat ini, tanda-tanda mobil korban belum diketahui keberadaannya. Medan yang dihadapi sangat sulit karena sungainya menyempit dan arusnya deras. Selain itu, di bawah sungai terdapat air terjun sehingga tidak bisa dilalui menggunakan perahu,” ucap Romy.“Langkah yang kami lakukan adalah menggunakan water rescue, memasang jaring di sekitar air terjun tersebut, serta melakukan asesmen terhadap lokasi kejadian,” tutup Romy.