Roket bulan generasi terbaru NASA, roket Space Launch System (SLS) dengan kapsul awak Orion, di landasan peluncuran 39B saat matahari terbit di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, AS, (24/3/2026). Foto: Joe Skipper/REUTERSMomen paling dinanti bakal segera tiba. Besok pagi, 2 April 2026 sekitar pukul 05.24 WIB, empat astronaut akan dijadwalkan terbang ke Bulan. Momen ini masuk dalam rangkaian misi Atemis NASA dan menjadi program kedua umat manusia pergi ke Bulan sejak tahun 1972.Misi Artemis II akan berlangsung selama 10 hari. Para astronaut akan terbang mengelilingi sisi jauh Bulan sebelum akhirnya kembali pulang ke Bumi. Ini akan menjadi misi berawak pertama dalam program Artemis.Roket yang digunakan dalam program ini yaitu Space Launch System (SLS) setinggi 98 meter, plus kapsul wahana antariksa Orion (tempat para astronaut duduk). Sistem roket ini telah menyelesaikan perjalanannya sejauh 6,4 kilometer dari gedung perakitan raksasa (Vehicle Assembly Building/VAB) menuju Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat.Di launch-pad 39B inilah roket nantinya akan meluncur terbang ke luar angkasa. Roket dan platform peluncurannya ini memiliki tinggi melebihi menara jam Big Ben dengan berat mencapai 5.000 ton. 'Raksasa' ini diangkut menggunakan Crawler-Transporter-2, sebuah kendaraan beroda rantai mirip tank yang dibangun NASA pada 1965 silam untuk memindahkan roket Bulan Saturn V.Para teknisi kini tengah berpacu dengan waktu sejak beberapa hari yang lalu untuk memastikan persiapan peluncuran berjalan sempurna. Mereka tengah melakukan simulasi hitung mundur peluncuran tanpa pengisian bahan bakar. Setelah semua beres, tim manajemen misi NASA akan bertemu untuk memutuskan kelayakan peluncuran.Kru Artemis II terdiri dari empat astronaut tangguh: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Mereka saat ini sudah memasuki masa karantina prapenerbangan dan menjalani berbagai persiapan menjelang peluncuran untuk berlatih memakai baju luar angkasa (spacesuit) hingga simulasi menuju landasan.Komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, spesialis misi Christina Koch dan Jeremy Hansen berpose saat roket Artemis II digulirkan dari Gedung Perakitan Kendaraan ke Launch Complex 39B di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida (17/1). Foto: Miguel J. Rodriguez Carrillo / AFPKeberhasilan misi Artemis II ini sangat krusial. Jika lancar, misi ini akan membuka jalan bagi uji coba berawak selanjutnya, yakni Artemis III di orbit Bumi yang dijadwalkan pada 2027, dan bermuara pada Artemis IV di tahun 2028 yang ditargetkan akan kembali mendaratkan kaki astronaut di permukaan Bulan.