Pengunjung mencoba memindai QRIS Korea Selatan saat Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 di Jakarta, Kamis (30/10/2025). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO Implementasi QRIS antarnegara Indonesia dengan Korea Selatan menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (1/4). Selain itu, tawaran Rusia untuk memasok minyak ke Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Wisatawan RI Kini Bisa Belanja Pakai QRIS di Korea SelatanBank Indonesia (BI) resmi meluncurkan implementasi QRIS antarnegara dengan Korea Selatan (Korsel), memungkinkan wisatawan dari kedua negara untuk bertransaksi menggunakan QRIS. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menekankan bahwa inovasi ini tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga siap memberikan manfaat nyata, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai co-creator dalam ekosistem pembayaran global yang lebih inklusif dan merata. Langkah ini merupakan bagian konkret dari agenda Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, yang berfokus pada pilar inovasi dan internasional untuk mendorong transformasi digital, kedaulatan, efisiensi, dan konektivitas global.Implementasi QRIS antarnegara ini membuka peluang yang lebih luas bagi sektor pariwisata, perdagangan, serta UMKM, seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia ke Korea Selatan dan sebaliknya. Filianingsih menyoroti kecepatan kerja sama dengan Korea Selatan, yang merupakan salah satu yang tercepat, rampung dalam waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, QRIS antarnegara telah terimplementasi di empat koridor lain, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, kini diperluas dengan Korea Selatan sebagai mitra terbaru.Kinerja transaksi QRIS antarnegara menunjukkan perkembangan positif. BI mencatat volume transaksi inbound ke Indonesia mencapai 5,9 juta transaksi, sementara transaksi outbound oleh masyarakat Indonesia tercatat sebanyak 1,7 juta transaksi. Dengan hadirnya Korea Selatan sebagai mitra baru, jaringan konektivitas pembayaran semakin diperkuat, mendukung konektivitas ekonomi dan keuangan digital di kawasan secara lebih menyeluruh.Moskow Terbuka Jika RI Mau Beli Minyak Rusia: Jika Butuh, Beri Tahu KamiIlustrasi kilang minyak Ras Tanura, Arab Saudi. Foto: Evannovostro/ShutterstockDi tengah krisis energi global, Rusia menyatakan keterbukaannya untuk memasok minyak ke Indonesia, meskipun hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari Pertamina maupun Kementerian ESDM. Duta Besar Rusia untuk RI, Sergei Tolchenov, mengindikasikan bahwa diskusi terkait pembelian dapat dilakukan melalui jalur Business-to-Business (B2B). Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri sering menekankan kesiapan Rusia untuk bekerja sama di bidang minyak dan gas (migas) dengan negara mitra, bahkan termasuk negara yang dianggap "tidak bersahabat," jika mereka bersedia menjalin kontrak jangka panjang.Rusia telah menunjukkan kapasitasnya dalam memasok minyak ke pasar global dengan menjual komoditasnya ke sejumlah negara sahabat seperti China dan India, serta baru-baru ini ke Filipina. Sergei menegaskan bahwa jika Indonesia membutuhkan pasokan, Moskow siap melayani. Namun, ia menekankan bahwa harga pembelian minyak Rusia akan didasarkan pada harga komersial. Hal ini karena sebagian besar perusahaan minyak besar di Rusia merupakan entitas swasta, sehingga hubungan yang terjalin bersifat murni komersial dan tidak didasarkan pada persahabatan.Tawaran dari Moskow ini muncul setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencari pasokan energi dari berbagai negara di luar Timur Tengah. Instruksi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dan mencegah Indonesia dari potensi darurat energi, seperti yang telah terjadi di beberapa negara Asia lainnya, sekaligus mengoptimalkan sumber daya energi yang ada di dalam negeri.