Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan PM Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat PresidenSaat kunjungannya ke Jepang, Presiden Prabowo menyampaikan arah transisi penggunaan energi bersih dan terbarukan. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyinggung percepatan adopsi kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV)."Dengan upaya-upaya ini, kita akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada. Kita sedang mempertimbangkan semua bentuk energi bersih dan terbarukan," kata Prabowo saat forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3).Prabowo menambahkan, kendati Indonesia memiliki cadangan batu bara yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai pilihan terakhir bila negara dalam keadaan darurat energi nasional, namun diversifikasi sumber energi yang lebih ramah lingkungan tetaplah dibutuhkan.Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales (SIS), Dony Ismi Himawan Saputra. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan"Kita ingin memperluas semua upaya di sektor-sektor ini, dan itulah mengapa, saya pikir kita sedang bergerak maju dengan pesat menuju kendaraan listrik dan sepeda motor listrik. Saat ini kita memiliki sekitar 140 juta sepeda motor, tetapi masih menggunakan bensin. Ini adalah salah satu aspek yang ingin kita ubah dengan sangat cepat," paparnya.Dia berujar, transformasi menuju kendaraan listrik artinya pula sebagai bentuk persiapan dan pertahanan terhadap ketidakpastian pasokan global. Utamanya cadangan minyak bumi yang akan diolah sebagai bahan bakar kendaraan."Kita juga ingin memajukan manufaktur kita dan tentu saja, kita harus beralih ke ekonomi digital sekarang. Itulah mengapa kami sangat terbuka terhadap partisipasi aktif Jepang, teknologi Jepang, pengalaman Jepang, dan metode Jepang," jelas Prabowo.Penjualan mobil listrik di Indonesia masih tumbuhBYD Atto 1 di GJAW 2025. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanPenjualan mobil listrik pada awal 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler atau wholesales sepanjang tahun ini totalnya 22.317 unit.Figur itu meningkat 21,8 persen secara month-to-month. Model paling digemari adalah BYD Atto 1 yang terkirim sebanyak 3.700 unit selama Februari kemarin atau naik 10 persen dibanding bulan sebelumnya 3.361 unit.Kemudian Jaecoo J5 EV mampu mendulang angka 2.926 unit, atau lebih tinggi 50,7 persen dibanding Januari yang peroleh 1.942 unit. Wuling Darion BEV menutup tiga besar dengan catatan 1.019 unit, jauh dibanding Januari yang jumlahnya 790 unit.Nama baru lainnya muncul yaitu Geely EX2, mampu peroleh penjualan 776 unit yang cukup mengantarkannya pada posisi ke-4. Sedangkan BYD M6 terjual sebanyak 523 unit dengan pertahankan kelompok lima besar.Pabrikan Jepang masih gunakan pendekatan multi-pathwayKendaraan elektrifikasi, mobil hybrid Toyota yang telah dibuat di Indonesia. Foto: Sena Pratama/kumparanSementara itu, kebanyakan pabrikan Jepang dan utamanya di Indonesia masih melakukan pendekatan multi-pathway atau strategi berbagai jalan untuk mencapai target netral karbon (net zero emission/NEV).Toyota misalnya, kini tengah gencar memasarkan kendaraan elektrifikasi berupa hybrid electric vehicle (HEV) sebagai transisi adopsi model yang lebih ramah lingkungan. Baru-baru ini, pabrikan juga sudah memperkenalkan dua model BEV di Tanah Air.Pun dengan Suzuki atau Honda, ini didasari dengan eksistensi pabrikan yang sudah lama di Indonesia. Perpindahan yang terlalu cepat di pasaran dinilai kurang tepat, apalagi banyak manufaktur yang melibatkan ekosistem industri kecil menengah.