Tampang dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin pada Rabu (18/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparanKasus penyiraman air keras tercatat cukup marak terjadi di awal 2026. Berikut rangkuman peristiwa yang menghebohkan publik: Siswa di Jakpus Disiram Air Keras Oleh Pelajar Lain, Korban Luka di MataPolisi tangkap 3 pelaku penyiraman air keras terhadap 6 pelajar SMP di Penjaringan. Foto: Dok. IstimewaPolisi mengamankan 3 orang pelajar yang menyiram air keras terhadap pelajar lain di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Penyiraman air keras itu menyasar orang secara acak.“Kalau keterangan sementara, random. Tapi masih kita dalami,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangan yang diterima, Senin (9/2).Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku diduga berjumlah tiga orang dan berstatus pelajar.Dalam video yang beredar, tampak tiga orang pelaku mengendarai sepeda motor. Mereka kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tiga pelajar lain yang berpapasan di jalan.Roby mengatakan, pihaknya telah menangkap para pelaku pada Minggu (8/2) malam.“Sudah kita amankan ketiganya dari semalam,” katanya.Menurut Roby, laporan awal disampaikan oleh orang tua korban ke Polsek Cempaka Putih, yang kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.Terungkapnya Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie YunusKomandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyampaikan konferensi pers terkait kasus penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengamankan 4 orang yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Keempat terduga pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima para terduga pelaku pada Rabu (18/3) pagi.“Tadi pagi saya menerima empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3) siang.Empat orang tersebut merupakan anggota TNI berinisial NDP (berpangkat Kapten), SL (berpangkat Lettu), BHW (berpangkat Lettu), dan ES (berpangkat Serda). Mereka saat ini ditahan di Pomdam Jaya dan ditetapkan sebagai tersangka. “Sekarang yang diduga keempat tersangka ini sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman di tingkat penyidikan. Jadi kami masih mendalami motifnya,” imbuh Yusri.Lansia di Tambun Selatan Disiram Air Keras saat Berangkat Salat SubuhSeorang pria lansia, Tri Wibowo, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di Perumahan Bumisani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Senin (30/3). Penyerangan itu dialami korban saat berangkat ke musala untuk salat Subuh.Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan warga, pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor dan helm tertutup. Keduanya diduga sudah membuntuti korban sebelum akhirnya menyiramkan air keras ke tubuh korban dan melarikan diri.Dalam rekaman CCTV terlihat korban berjalan terhuyung. Ia seperti kepanasan dan mengelap tubuhnya.Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuriyanti membenarkan adanya kejadian tersebut. Penyidik telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.“Sudah kami monitor dan lakukan olah TKP bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi. Mohon doanya agar kasus ini segera terungkap,” kata Wuriyanti.Tri Wibowo saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Primaya karena luka bakar yang dialaminya. Seorang warga sekitar, Rahmat, mengatakan luka bakar pada tubuh korban diperkirakan mencapai 70%.“Dari foto yang beredar, luka bakarnya hampir seluruh tubuh, sekitar 70 persen. Di lokasi juga masih terasa bau asam dan panas dari cairannya,” ujar Rahmat, Senin (30/3).Rahmat juga sempat melihat pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic berwarna putih gading dengan helm full face hitam. Ia mengaku sempat curiga karena pelaku berkeliling di dalam kompleks perumahan sebelum kejadian.Polda Jabar Respons Air Keras Aktivis HMI, Tetap Minta Publik Kawal Andrie YunusKantor Sekretariat HMI Cabang Bandung, Selasa (31/3/2026). Foto: Abisatya/kumparanKepolisian Daerah Jawa Barat merespons teror berupa ancaman air keras yang dialami Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy, dengan memastikan langkah awal penanganan telah dilakukan.Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa jajaran kepolisian dari Polres Garut telah turun langsung untuk mengecek kondisi korban.“Iya, sudah ada yang mengunjungi dari pihak Polres (Garut),” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).Namun demikian, ia menegaskan agar perhatian publik tidak teralihkan oleh kasus teror tersebut. Menurutnya, fokus utama tetap harus diarahkan pada pengungkapan kasus penyiraman terhadap aktivis Andrie Yunus.“Kita jangan teralihkan dengan teror pada aktivis HMI tersebut. Kita harus tetap fokus pada Andri, jangan teralihkan,” tegasnya.Sebelumnya, Siti Nurhayati Barsasmy menerima ancaman dari pihak tidak dikenal usai mengunggah video di media sosial yang menyoroti belum terungkapnya pelaku dalam kasus penyiraman Andrie Yunus.Ancaman tersebut diterima melalui pesan WhatsApp dan media sosial pada 22 Maret 2026. Dalam pesan itu, pelaku meminta Siti menghapus video yang diunggah, disertai intimidasi yang menyasar dirinya hingga keluarganya.