MPR Ikut Implementasi Kebijakan WFH dan WFA untuk Efisiensi Energi

Wait 5 sec.

Plt Sekjen MPR RI Siti Fauziah di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat (18/20/2024). Foto: Abid Raihan/kumparanSekretariat Jenderal MPR menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) dan work from home (WFH) sebagai upaya efisiensi energi. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 April, bersamaan dengan pembatasan jam kerja dan penggunaan listrik.Sekjen MPR Siti Fauziah mengatakan kebijakan ini diambil mengikuti imbauan penghematan energi yang telah disampaikan pimpinan MPR.“Jadi dengan adanya imbauan, imbauan penghematan ini, kita pun dari MPR melaksanakan WFA dan WFH. Itu dimulai per tanggal 1 April besok. Aturan itu sudah kita mulai, dan penghematan listrik pun dilakukan dengan kita membatasi jam kerja,” ucap Siti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (31/3).Ia menjelaskan, pembatasan juga dilakukan pada penggunaan listrik di lingkungan MPR dengan pemadaman pada malam hari.“Jadi listrik ini akan dipadamkan juga di jam 18. Jadi kita berharap semua kegiatan akan berakhir di jam 5, jam 5 sore, jam 17. Dan mulai dari situ jam 18 kita sudah mulai pemadaman listrik. Sebenarnya itu juga sudah dilakukan dari kemarin, gitu. Tetapi pengumuman resmi dari MPR itu akan disampaikan hari ini,” tutur Siti.Siti menegaskan pembagian WFA, WFH, dan work from office (WFO) telah diatur agar tidak mengganggu kinerja pimpinan dan anggota MPR.“Dengan pembagian WFA dan WFH dan WFO, itu sudah kita atur di mana semua pembagian itu tidak mengganggu, (tidak) mengganggu kegiatan pimpinan maupun anggota MPR. Jadi semua itu kita lakukan efisiensi tetapi tidak mengganggu efektivitas dari kinerja pimpinan, anggota, dan sekretariat juga,” jelasnya.Selain itu, MPR juga menerapkan pengaturan khusus berupa empat hari kerja dengan sistem piket pada hari Jumat.“Jadi ada pengaturan khusus di mana pengaturan itu kita akan melaksanakan empat hari kerja, di mana hari Jumat itu kita ada pembagian piket,” tambahnya.Menurutnya, setiap unit kerja akan diwakili oleh dua orang saat piket, sementara pegawai lainnya menjalankan WFH atau WFA.“Iya, jadi karena kan kita tidak menutup kemungkinan juga di hari Jumat itu ada kegiatan pimpinan ataupun anggota. Jadi ada piket, satu unit itu diwakili oleh hanya dua orang. Yang lainnya WFH atau WFA. Itu yang kami laksanakan,” ucap Siti.Ia menambahkan penghematan juga dilakukan terhadap kegiatan yang tidak langsung berkaitan dengan tugas pimpinan maupun anggota.“Tadi disampaikan oleh Ketua bahwa kegiatan-kegiatan yang tidak secara langsung dilaksanakan oleh baik pimpinan maupun anggota itu kita lakukan penghematan,” tandasnya.