Ilustrasi wisatawan di pantai. Foto: ShutterstockDinas Pariwisata (Dispar) Bali mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 6,6 juta kunjungan sepanjang 2026.Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini.“Untuk target wisman tahun ini, kami menargetkan 6,625 juta, jadi itu sudah ada di renstra (rencana strategis), ya sampai 2030 ada,” ujar Ida Ayu seperti dikutip dari Antara. Wisatawan menikmati suasana saat berkunjung di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/9/2023). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara FotoIa menyampaikan target 6,625 juta tersebut naik dari target kunjungan wisman 2025 yang sebelumnya ditargetkan 6,5 juta.Namun, pada 2025 Bali berhasil melampaui target dengan total akhir jumlah kunjungan 6,9 juta.Dispar memandang target pariwisata saat ini tidak lagi semata-mata pada jumlah kedatangan, melainkan berorientasi pada kualitasnya.Meski demikian, untuk memenuhi angka-angka ini tetap dibutuhkan strategi, salah satunya mengalihkan fokus dari wisman Eropa dan Amerika ke wisman Asia.Sepasang wisatawan asing tengah menikmati lanskap laut dan pantai Bali dari atas tebing Foto: Dok. Booking.comIni karena situasi konflik di Timur Tengah sebagai hub Eropa ke Bali, membuat dapat dipastikannya jumlah kunjungan mereka akan turun.“Kami banyak mohon saran kepada Kemenpar dan pelaku pariwisata yaitu mencoba mengurangi ketergantungan pada rute transit yang rentan, kemudian mencoba mendorong wisatawan dari negara tetangga yang lebih dekat, misalnya Asia Pasifik yaitu Australia, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Selatan India,” ujar Ida Ayu.Kunjungan Wisman Tertinggi pada 2025Ilustrasi wisatawan di Bali. Foto: Dok. KemenparekrafJika dilihat berdasarkan data kunjungan 2025, maka kunjungan wisman tertinggi masih dipegang Australia, disusul China, India, Korea Selatan, Inggris, Amerika, Prancis, Malaysia, Singapura, dan Jerman.Dengan adanya konflik Timur Tengah, maka beberapa negara yang terancam isu keamanan adalah Inggris, Amerika, Prancis, dan Jerman.“Jadi kita bisa memfokuskan ke seperti yang saya katakan tadi yaitu Australia, India, China, ada Korea Selatan, kemudian Malaysia, Singapura,” ungkapnya.Selain wisman, Dispar Bali juga menaruh harapan besar kepada wisatawan domestik, di mana ketika pandemi COVID-19 wisatawan Nusantara memberi banyak kontribusi pada ekonomi Bali. Sehingga, di samping berupaya mengejar target pasar baru, Bali juga mengandalkan wisatawan domestik.Dispar Bali turut mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Luar Negeri, membantu dalam penjajakan negara-negara potensial yang kurang dilirik.Salah satunya adalah Kanada, di mana saat menerima audiensi Konsulat Jenderal Indonesia di Kanada, Dispar menemukan informasi bahwa wisman Kanada menyukai Bali karena ketenangannya, bahkan dapat menginap hingga 2 minggu.